Bajawa, Ekorantt.com – Seorang pasien asal Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada diduga ditelantarkan oleh pihak Puskesmas Lindi pada malam pergantian tahun.
Aksi penelantaran itu mencuat setelah postingan video oleh pihak keluarga di salah satu grup facebook.
“Ini pasien dalam mobil terus. Pasien emergency, piket tidak ada, kosong,” ujar salah satu anggota keluarga dalam video itu.
Menurutnya, pasien sudah menunggu kurang lebih dua jam di halaman puskesmas, tetapi belum mendapatkan pelayanan dari petugas kesehatan.
Kepala Puskesmas Lindi, Eduardus Joni, dikonfirmasi Ekora NTT membenarkan kejadian itu.
Ia membantah penelantaran pasien oleh petugas. Saat pasien datang, keempat petugas di unit gawat darurat sedang pergi makan.
“Mereka pulang makan, empat orang ini tim UGD yang bertugas pada malam tahun baru,” katanya.
Eduardus mengaku saat itu pasien menunggu cukup lama sebelum petugas datang memberikan bantuan kepada pasien.
“Petugas lalu melakukan tindakan pemasangan oksigen dan berkonsultasi dengan dokter,” ucap dia.
Anggota DPRD Ngada, Yohanes Don Bosko Ponong, menyoroti kejadian itu. Sebagai wakil rakyat ia mengaku sudah mendapat banyak laporan terkait pelayanan puskesmas.
“Amburadul pelayanan di Puskesmas Lindi. Kepala puskesmas tidak memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi yang mampu membangun iklim kerja di Puskesmas Lindi secara baik,” katanya.
Lebih parah lagi, menurut Bosko, kepala puskesmas tinggal di Desa Watukapu, Kecamatan Bajawa Utara.
“Sehingga jangan heran ada banyak sekalian kejadian di puskesmas dia sendiri tidak tahu,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Yovita Maria Bernaditte Moi sudah memanggil kepala Puskesmas Lindi untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut.
“Sudah kami tegur yang bersangkutan dan malam itu pasien langsung dirujuk ke RSUD Bajawa,” tandasnya.











