Kupang, Ekorantt.com – TPA–TKK Pilarin yang berlokasi di Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, merayakan Natal dan Tahun Baru bersama pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kepala Sekolah TKK Pilarin OMJM, Suster Yuliantib mengatakan, perayaan ini meninggalkan jejak kenangan yang manis bagi anak-anak.
Yuliantip berharap, nilai cinta kasih, rasa percaya diri, dan kebersamaan yang ditanamkan sejak dini terus hidup dan bertumbuh dalam perjalanan mereka ke depan.
“Di Pilarin, Natal dirayakan dengan cara sederhana. Lewat senyum anak-anak, tepuk tangan orang tua, dan keyakinan bahwa kasih adalah pelajaran pertama yang paling berharga,” terangnya.
Anak-anak TPA–TKK Pilarin tampak percaya diri saat acara Natal dan Tahun Baru bersama yang berlangsung di Kapela Biara OMJM itu.
Perayaan itu bukan sekadar agenda tahunan, melainkan perjumpaan hangat yang merajut iman, keluarga, dan masa kanak-kanak dalam satu bingkai kebersamaan.
Perayaan diawali dengan misa kudus yang diikuti anak-anak, guru, para suster serta orang tua.
Misa dipimpin RD. Rudi Tjung Lake berlangsung khidmat dan sederhana.
Dalam doa dan nyanyian, anak-anak belajar makna Natal sebagai peristiwa kasih yang lahir dari kebersamaan dan pengharapan.
Usai misa, kapela berubah menjadi panggung kecil penuh keceriaan.
Sebanyak 69 anak TPA dan 47 anak Taman Kanak-kanak Pilarin tampil bergantian di hadapan ratusan orang tua dan para suster.
Tepuk tangan riuh mengiringi setiap penampilan, seolah menjadi bahasa cinta yang menguatkan keberanian anak-anak di atas panggung.
Kelompok Primer Group dan Cecundo Group membuka rangkaian pentas seni. Dengan gerak yang sederhana namun penuh semangat, anak-anak menampilkan lagu dan atraksi Natal yang memikat.
Raut wajah bangga terpancar dari para orang tua yang setia mengabadikan setiap momen, menyimpan kenangan kecil yang kelak akan berarti besar.
Keceriaan semakin terasa saat anak-anak usia Taman Kanak-kanak kelas A dan B tampil menyusul.
Lagu Natal, tarian ceria, hingga drama singkat yang mereka bawakan menghadirkan pesan kasih dan kegembiraan.
Kesederhanaan penampilan justru menjadi kekuatannya, memperlihatkan kejujuran ekspresi anak-anak dalam merayakan Natal.
Lebih dari sekadar hiburan, perayaan ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk berani tampil, bekerja sama, dan menghargai satu sama lain.
Bagi orang tua, momen ini menjadi jembatan yang menguatkan relasi dengan sekolah, sekaligus pengingat bahwa proses tumbuh kembang anak tidak terlepas dari dukungan keluarga.











