Bajawa, Ekorantt.com – Pemerintah Desa Bowali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui program penggemukan sapi.
Program pemberdayaan yang terealisasi sejak 2014 silam ini sudah berdampak positif bagi masyarakat melalui dana bergulir desa setempat.
Kepala Desa Bowali, Frans Ana Meo, mengatakan program penggemukan sapi diawasi langsung oleh badan usaha milik desa (Bumdes).
“Kalau dulu bersifat pemberdayaan, tapi dengan regulasi terbaru semua harus masuk dalam Bumdes,” kata Frans di Bajawa, Jumat, 9 Januari 2026.
Skema kerja sama itu berupa kontrak dengan masyarakat, yang mana setiap tahun masyarakat harus mengembalikan dana sebesar Rp7 juta lebih untuk digulirkan kepada warga lain.
“Kalau ada yang macet, itu kita pastikan dicoret. Kita fokus meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelas Frans.
Berkat program itu, Frans mengklaim, populasi sapi meningkat lebih dari seribu ekor hingga 2025.
“Saya minta ini dimanfaatkan secara baik untuk peningkatan ekonomi. Karena kalau dikelola secara baik, setahun masyarakat bisa jual dua sampai tiga kali,” katanya.
Salah satu warga, Antonius Go, 60 tahun, berterima kasih atas perhatian desa dalam upaya pemenuhan ekonomi masyarakat.
Antonius menyebutkan, lima ekor sapi dari program tersebut menunjang kebutuhan keluarga dan dapat membantu biaya pendidikan anaknya.
“Yang jelas sangat terbantu bagi kami masyarakat,” ujar dia.
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, mengapresiasi program desa yang sangat menyentuh dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Desa Bowali menjadi salah satu desa di Ngada yang terus berkomitmen mengembangkan dana bergulir.
“Setahu saya dana bergulir yang berasal dari program anggur merah yang masih hidup ada di sini, khusus Kecamatan Bajawa,” ujarnya.
Bernadinus berharap agar desa lain bisa belajar dari Desa Bowali khusus pengelolaan dana bergulir demi meningkatkan ekonomi masyarakat.
IPemerintah Kabupaten Ngada, kata dia, berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian, pariwisata dan koperasi yang berbasis pada pedesaan yang inklusif dan berwawasan lingkungan.











