Bangunan SDI Borablupur Ambruk Dihantam Angin, Puluhan Siswa Belajar di Rumah Warga

Ia berharap ada perhatian cepat dari Dinas Pendidikan agar para siswa tidak ketinggalan pelajaran.

Maumere, Ekorantt.com – Hujan deras beserta angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sikka pada Jumat, 23 Januari 2026, mengakibatkan gedung Sekolah Dasar Inpres (SDI) Borablupur, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, ambruk. Insiden itu tidak memakan korban, karena sebelum kejadian para siswa sudah dipulangkan.

Kepala SDI Klotong, Valerianus S menyampaikan, SDI Borablupur merupakan sekolah jarak jauh atau sekolah kaki dari SDI Klotong. Total ada dua gedung, yakni satu gedung permanen dan satu gedung darurat.

Ruang kelas ada empat di gedung darurat, dan dua ruang kelas di gedung permanen. Empat ruang kelas hancur rata tanah.

Puing-puing atap seng, kayu, balok dan bambu berserakan di dalam ruangan menimpa meja dan papan tulis.

Ia menuturkan, kejadian berawal dari angin kencang disertai hujan datang secara tiba-tiba. Sebelum kejadian, semua siswa sudah dipulangkan karena hujan disertai angin kencang.

“Setelah anak-anak dipulangkan, angin kencang kali kedua datang secara tiba-tiba langsung hantam gedung darurat rubuh rata tanah. Beruntung tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar,” ujar Valerianus saat dihubungi Ekora NTT, Sabtu, 24 Januari 2026 siang, melalui telepon selulernya.

“Tidak ada korban jiwa, hanya meja dan beberapa papan tulis yang hancur,” tambah dia.

Valerianus mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dihentikan sementara. Pada Sabtu, pihak sekolah bersama warga membongkar dan membersihkan puing-puing bangunan.

“Proses belajar mengajar selanjutnya, nanti belajar di rumah-rumah warga, dan gedung permanen kita gunakan bagi dua ruang kelas,” ujar Valerianus.

Ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Sikka.

“Saya sudah lapor, Pak Plt Kadis PKO berjanji akan melaporkan ke Dinas Sosial dan BPBD,” ujar Valerianus.

Ia berharap ada perhatian cepat dari Dinas Pendidikan agar para siswa tidak ketinggalan pelajaran. Berharap pula bisa membangun gedung yang layak untuk SD Borablupur.

Diketahui, total siswa SD Borablupur ada 32 orang. Sedangkan tenaga pendidik ada enam, yakni guru kelas, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, guru Agama dan Olahraga.

Valerianus menyebut, empat ruang kelas di gedung darurat merupakan swadaya dari orangtua murid. Sedangkan gedung permanen merupakan bantuan dari dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Sikka, Stefanus Say.

Penjabat Kepala Desa Bura Bekor, Antonius Moa mengaku, pihaknya sudah mendata bangunan sekolah yang roboh.

Ia mengimbau kepada peserta didik dan juga masyarakat agar tidak mendekati lokasi sekolah, bangunan lain dan pohon yang rentan tumbang saat cuaca ekstrem.

TERKINI
BACA JUGA