Kupang, Ekorantt.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyatakan, Pemkot Kupang mendukung program sejuta vaksin human papillomavirus (HPV) yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang dalam rangka menyambut HUT ke-25 BBPOM.
Program ini merupakan kerja sama BBPOM dengan Kementerian Kesehatan dan Korpri yang menyasar ASN perempuan dan masyarakat umum sebagai upaya pencegahan kanker serviks.
Guna mendukung program ini berjalan, Christian mengatakan, bakal mengeluarkan surat edaran resmi serta penyebaran informasi melalui kanal Pemerintah Kota Kupang sebagai wadah sosialisasi.
Ia mengusulkan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RSUD S.K. Lerik karena memiliki ruang yang memadai, lingkungan steril, serta berpengalaman dalam penyelenggaraan kegiatan kesehatan.
“Fasilitas di RSUD S.K Lerik sangat representatif untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi,” ujar Christian di Kupang pada Selasa, 27 Januari 2026.
Ia berharap, melalui program sejuta vaksin HPV, ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker serviks.
“Sehingga kesadaran kesehatan meningkat dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit,” harapnya.
Terkait upaya penguatan pengawasan antiobiotik dan inisiatif menuju Kota Kupang Aman Pangan, Christian mengusulkan agar membentuk satuan kerja yang akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan.
“Kami mendukung sepenuhnya upaya penguatan pengawasan antibiotik dan inisiatif menuju Kota Aman Pangan,” katanya.
Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik menyampaikan dalam rangka HUT BBPOM ke-25, BBPOM bakal melaksanakan beberapa program strategis seperti Program Sejuta Vaksin HPV, Pengawasan Antiobiotik dan Kota Aman Pangan.
“Vaksinasi dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang, dengan jumlah pendaftar di Kota Kupang mencapai 321 orang dari kuota awal 100 dosis vaksin bersertifikat halal,” terangnya.
Sem berkata, dalam pelaksanaannya, BBPOM meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang berupa penggunaan fasilitas pemerintah serta bantuan tenaga kesehatan (dokter dan perawat) untuk pelaksanaan skrining vaksinasi.
Ia juga meminta dukungan Pemkot Kupang memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik agar Kota Kupang dapat menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat.
“BBPOM terus mendorong percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan melalui program prioritas nasional dan pengawasan aktif pada 2025–2026,” tandasnya.











