Ende, Ekorantt.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ende mencatat sebanyak lima kasus demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari 2026.
Lima kasus tersebut terjadi di Kecamatan Nangapanda satu kasus, Ende Timur dua kasus, Ende Tengah satu kasus dan Wolowaru satu kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Maria Agustinus Tondang mengungkapkan, anak dengan usia 1-15 tahun menjadi sasaran penyakit menular DBD.
“Umur 1-4 tahun satu kasus, 5-14 tahun tiga kasus, 15 – 44 tahun satu kasus,” kata Maria kepada media pada Kamis, 29 Januari 2026.
Menurut dia, lima orang yang terpapar penyakit DBD sudah dinyatakan sembuh setelah dirawat di RSUD Ende.
Angka tersebut, kata Maria, berpotensi mengalami peningkatan lantaran wilayah Kabupaten Ende dilanda musim hujan.
Ia bilang, ada beberapa faktor yang membuat kasus DBD meningkat, salah satunya sampah di rumah yang tidak dikelola dengan baik, serta keberadaan tanaman pada pot.
Kondisi tersebut akan semakin parah di tengah musim hujan, yang berpotensi membuat banyak genangan air dan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.
“Jadi berpotensi untuk naik, karena kan masih musim hujan,” tuturnya.
Untuk mencegah terjadinya kenaikan kasus DBD, Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi melalui setiap puskesmas terkait dengan bahaya penyakit DBD serta cara mencegahnya.
“Kita gencar melakukan sosialisasi, lewat media juga kami buat flyer waspada demam berdarah dan sebagainya serta pemberian bubuk abate yang dilakukan oleh puskesmas untuk membunuh jentik nyamuk,” kata Maria.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola tiga M plus untuk mencegah penyakit demam berdarah.
Tiga M plus yaitu menguras bak mandi, menutup penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.











