Mbay, Ekorantt.com – Politeknik St. Wilhelmus, Kabupaten Nagekeo mengadakan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada 23-28 Februari 2026.
Kegiatan bertajuk ‘Mengakar pada Tradisi, Bertumbuh dalam Inovasi’ ini menyajikan berbagai perlombaan yang melibatkan mahasiswa dan pelajar dari Nagekeo dan Ngada.
Direktur Politeknik St. Wilhelmus, Maria Ermelinda Oko, mengatakan PKM bertujuan untuk menggali inovasi mahasiswa sebagai calon wirausaha masa depan.
“Mahasiswa bisa menghasilkan ide kreatif baik dalam bentuk produk dan lain-lain,” ujar Maria di ruang kerjanya, Selasa, 24 Februari 2026.
Lomba masak pangan lokal menjadi salah satu mata acara dalam kegiatan tersebut. Perwakilan mahasiswa dari masing-masing program studi berlomba menghasilkan kuliner dengan bahan baku pangan lokal seperti ubi.
Melalui kegiatan seperti ini, ujar Maria, kampus mengajak mahasiswa untuk mencintai pangan lokal. Pasalnya, banyak orang muda mulai meninggal pangan lokal dan memilih makanan instan yang datang dari luar.
“Kita juga mau menyadarkan mereka untuk kembali mencintai pangan lokal,” tutur Maria.
Para peserta dituntut meracik olahan pangan lokal hingga kemasan yang menarik. Setiap jenis makanan akan dinilai dari segi gizi, keragaman, sehat, dan aman, kata Maria.
Mata lomba lain yakni pidato dan lomba karya ilmiah yang banyak berbicara tentang peran petani. Isu petani diangkat karena banyak orang muda yang tidak tertarik menjadi petani.
“Seperti yang kita tahu banyak orang menganggap jadi petani itu identik dengan kotor. Melalui perlombaan ini kami mengingatkan anak muda bahwa pertanian itu keren,” jelas Maria.
Cristina Maria Gego (17) salah satu peserta asal SMAK Clemens Boawae mengapresiasi kegiatan itu karena membantu dia dan kawan-kawannya untuk meneliti minat anak muda dalam dunia pertanian.
“Namun yang kami temui ternyata banyak anak muda termasuk kawan-kawan kami yang juga tidak berminat jadi petani. Alasan mereka, petani itu pendapatan kurang stabil,” kata Cristina.
Dalam pemaparan karya ilmiah, kelompoknya mendorong tanaman perkebunan seperti kakao dan advokat sebagai alternatif pertanian di masa mendatang.
Ia berharap PKM dilaksanakan setiap tahun agar menambah pengalaman dan wawasan peserta dalam menentukan masa depan mereka.
Ketua Panitia PKM, Egidius Gideon Mite, mengatakan siswa SMA dilibatkan dalam lomba karya ilmiah, pidato Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan mahasiswa terlibat dalam lomba masak pangan lokal dan paduan suara.












