Listrik Negara Bakal Masuk Desa Gera dan Ndai Mbere di Sikka pada 2026

Kepala Desa Gera, Orinus Raga menyatakan dirinya merasa bersyukur karena apa yang selama ini dinanti-nantikan oleh masyarakat, bahkan sejak Indonesia merdeka akhirnya terwujud.

Maumere, Ekorantt.com – Warga Desa Gera dan Ndai Mbere di Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, akan segera menikmati aliran listrik, setelah penantian selama puluhan tahun.

Tim Unit Pelaksana Proyek dari PT Teon Jaya melaksanakan pekerjaan berupa pengukuran, pematokan dan pengangkutan material kelistrikan di wilayah Desa Gera dan Ndai Mereka pada Selasa, 24 Maret 2026.

Titik star, ujung jaringan dari Wolokepo, Dusun Gera Satu, Desa Gera menuju Desa Ndai Mbere, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka.

Perwakilan PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores Bagian Timur, Achmad S. Aulia menjelaskan tentang tahapan awal proses pembangunan jaringan kelistrikan hingga selesai yakni, tahapan pengoperasian.

Tahapan awal yang dilakukan yakni, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses pembangunan jaringan dan dampak serta manfaat dari pembangunan jaringan listrik.

Dilanjutkan dengan pematokan yaitu penandaan titik lokasi yang akan ditanami tiang listrik dan penandaan pohon untuk ditebang yang nantinya akan dilewati jaringan listrik.

Kemudian akan dilakukan pengangkut material dari gedung PLN atau gedung pelaksana ke lokasi pekerjaan, dilanjutkan dengan tahapan pekerjaan mulai dari penggalian lubang, mendirikan tiang, penarikan kabel atau konduktor dan pembangunan gardu hingga pembetonan dan pengecatan tiang.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan tahapan komisioning tes yaitu pengawasan pekerjaan bersama pelaksana pekerjaan melakukan uji coba jaringan listrik yang sudah dibangun.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa jaringan tersebut beroperasi dengan baik dan dilanjutkan dengan pembuatan dokumen SLO atau Surat Layak Operasi sebagai dokumen resmi bawah jaringan sudah bisa dioperasikan,” jelas Achmad saat dihubungi Kepala Desa Gera pada Selasa, 24 Maret 2026 melalui telepon selulernya.

Ia berharap dukungan masyarakat dua  desa agar setiap tahapan dan proses berjalan dengan lancar, sehingga harapan masyarakat, Pemerintah dan PLN dapat secepatnya terwujud.

Kepala Desa Gera, Orinus Raga menyatakan dirinya merasa bersyukur karena apa yang selama ini dinanti-nantikan oleh masyarakat, bahkan sejak Indonesia merdeka akhirnya terwujud.

“Atas nama masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada UP2K Flores dan PLN yang telah memperhatikan permohonannya termasuk kesediaan untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi dan tahapan pengawasan selama proses pekerjaan berlanjut,” ungkapnya kepada Ekora NTT, Selasa, 24 Maret 2026 di Desa Gera.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat atas perjuangan untuk menghadirkan listrik di wilayah dua desa.

Ia berharap dukungan agar pekerjaan jaringan listrik dengan anggaran Negara yang begitu besar ini berjalan dengan lancar.

Orinus menjelaskan, proses perjuangan untuk mendapatkan akses jaringan listrik telah dilakukan sejak September 2022.

“Mulai dari pengajuan proposal ke PLN, Bupati Sikka dan Pimpinan DPRD Sikka, dengan hasil berupa survei lokasi oleh tim PLN pada 20 Desember 2022,” ujarnya.

Orinus menambahkan, sepanjang tahun 2023, pihaknya telah membangun komunikasi dengan PLN dan Pemda Sikka hingga penyerahan proposal kepada anggota DPR-RI Melchias Marcus Mekeng dan pengiriman proposal kepada manajer UP2K Flores di Ruteng namun belum membuahkan hasil.

“Tepat pada tanggal 25 November 2023 saya menyerahkan langsung proposal kepada Bapak Melchias Mekeng pada saat kegiatan partai di Kantor Golkar Sikka. Dilanjutkan dengan pengiriman proposal kepada UP2K Flores di Ruteng termasuk bertemu Penjabat Bupati Sikka pada tanggal 2 Desember 2023 di kantor Bupati Sikka namun belum membuahkan hasil,” kata Orinus.

Ia mengatakan, awal 2024 komunikasi intensif terus dilakukan kepada Bupati, DPRD Sikka, Gubernur NTT hingga wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Roby Tulus Bapa.

“Pemerintah Daerah Sikka dan pak Gubernur juga khususnya pak Roby Tulus sudah sampaikan komitmen untuk perjuangkan listrik ketika mereka turun bertemu masyarakat Gera Ndai Mbere, sehingga kami menaruh harapan besar,” lanjut Orinus.

Ia menjelaskan, usaha terus dilanjutkan dan tepat pada tanggal 17 Februari 2025 lalu, pihaknya bertemu manajer PLN Flores bagian Timur. Hasil pertemuan PLN telah mengajukan anggaran ke pusat dan tinggal menunggu waktu.

“Karena belum mendapatkan kejelasan, pada tanggal 16 Juli 2025, saya bersama bapak Roby Tulus bertemu kembali manajer PLN Flores bagian Timur. Hasil penjelasan terbaru kemungkinan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2026,” ujar Orinus.

Ia menjelaskan, pada 24 Agustus 2025 lalu, pihaknya bertemu Bupati Sikka pada untuk mendapatkan informasi kepastian perluasan jaringan dan anggaran.

Pada November 2025 lalu, pihaknya mendapatkan informasi kepastian perluasan jaringan listrik untuk wilayah Mego dari Roby Tulus Bapa.

Tepatnya pada 4 Desember 2025, pihaknya mendapatkan kepastian itu dari Manajer PLN Flores bagian timur dan perwakilan UP2K Flores dengan penjelasan mengenai besaran anggaran, material dan pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan.

“Menurut penjelasan PLN yang saya dapatkan, pelaksanaannya akan mulai dilakukan pada awal tahun 2026 karena masih menunggu material tiang, gardu, dan lainnya,” ungkap Orinus.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Robby Tulus Bapa yang telah berjuang untuk akses listrik di desa Gera dan Ndai Mereka.

TERKINI
BACA JUGA