DPRD Ende Minta Pemerintah Siapkan Tempat Sebelum Bongkar Lapak Pedagang di Ndao

Ende, Ekorantt.com – Anggota DPRD Ende, Selvi Indradewa menegaskan kebijakan penggusuran lapak pedagang di Ndao tidak boleh diterapkan secara mendadak tanpa ada solusi konkret.

Ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan tempat transisi demi keberlangsungan hidup pelaku usaha ke depan.

“Ini mau direlokasi ke mana? Jadi, pemerintah siapkan itu (tempat relokasi). Jangan sampai terjadi pembongkaran, terus kita tinggalkan begitu saja tanpa ada solusi,” kata Selvi dalam Rapat Paripurna Penyerahan Nota LKPj Bupati Ende di Kantor DPRD Ende, Jumat, 27 Maret 2026.

Menurutnya, kebijakan pemerintah melakukan penertiban di wilayah sempadan pantai Ndao sudah tepat. Ia sendiri mendukung. 

Namun Selvi meminta agar pemerintah tidak boleh hanya fokus pada penertiban, melainkan harus memikirkan nasib ekonomi masyarakat pasca-pembongkaran.

“Kita mengharapkan bahwa pemerintah ini ada solusinya dulu. Karena kalau memang pembongkaran sendiri, saudara-saudara kita tidak mampu, berarti dilakukan pembongkaran secara paksa,” kata dia.

Sebaliknya, bila tempat usaha warga dibongkar secara paksa maka kehidupan mereka ke depan terkatung-katung. 

Di sisi lain, Selvi khawatir pedagang kecil akan kalah daya saing bila direlokasi ke dalam kota. Sebab, mereka sudah terbiasa mengandalkan pembeli dari kalangan masyarakat yang sedang transit atau melintas di Ndao. 

Jika mereka direlokasi ke area pertokoan besar, dikhawatirkan mereka tidak akan mampu bersaing. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan dan kehidupan mereka selanjutnya, kata Selvi.

“Sangat kasihan masyarakat kecil. Mereka mengharapkan pembeli yang transit. Kalau dipindahkan ke lokasi yang persaingannya tinggi seperti pertokoan, tentu saja itu sangat tidak memungkinkan bagi modal mereka,” ungkap Selvi.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menegaskan akan tetap dilakukan pembongkaran lapak pedagang yang berada di area sempadan pantai Ndao. 

Ia berkata, waktu pembongkaran digeser pada April mendatang setelah Perayaan Hari Raya Paskah.

“Kita kasih waktu mereka untuk bongkar sendiri dan kita sudah sampaikan bahwa tidak ada negosiasi untuk tetap di sana. Harus pindah,” kata Yosef. 

Terkait permintaan relokasi, Yosef berujar, bahwa pemerintah tidak punya kewajiban untuk melakukan relokasi di tempat lain. Pemerintah menyiapkan lokasi bagi para pedagang untuk berjualan di Pasar Mbongawani. 

“Kalau dulu pemerintah yang suruh mereka jualan di sana, ya wajar pemerintah relokasi. Ini mereka jual liar aja,” kata Yosef.

“Kita sudah minta mereka untuk jualan ke pasar,” tandasnya.

TERKINI
BACA JUGA