Wawasan Kebangsaan Jadi Kunci Hadapi Disinformasi

Laurentius berpendapat, orang muda hendaknya dapat mengendalikan dirinya dari arus globalisasi dan disinformasi di era digital.

Ruteng, Ekorantt.com – Praktisi hukum sekaligus akademisi Unika Santu Paulus Ruteng, Laurentius Ni menegaskan pentingnya penanaman wawasan kebangsaan bagi orang muda.

“Mempertahankan bangsa ini adalah tugas kita semua, terutama generasi muda,” katanya dalam Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang digelar anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Julie Soetrisno Laiskodat di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Kabupaten Manggarai pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia berkata, orang muda hendaknya terus menegakkan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bineka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar Kebangsaan.

“Makanya, di Perguruan Tinggi atau sekolah pun tanamkan nilai karakter melalui mata pelajaran atau mata kuliah,” tuturnya.

Hal tersebut bertujuan menanamkan karakter baik kepada orang muda. Sebab, masa depan bangsa ada pada orang muda.

Laurentius berpendapat, orang muda hendaknya dapat mengendalikan dirinya dari arus globalisasi dan disinformasi di era digital.

“Karena itu masa depan bangsa, ada pada mereka.”

Menurutnya, wawasan kebangsaan  dapat membantu orang muda bersikap kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mampu memilah informasi yang berpotensi memecah belah.

Apalagi era digital yang dipenuhi arus informasi yang semuanya belum tentu benar.

Laurentius juga meminta orang muda tidak apatis terhadap nilai-nilai kebangsaan. Dengan sosialisasi tersebut, menjadi salah satu cara menanamkan nilai-nilai tersebut.

“Jika orang muda ditanamkan dengan nilai-nilai ini, dalam diri mereka ada perubahan,” tuturnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Perwakilan Daerah Partai NasDem Kabupaten Manggarai, Heribertus Baben menyampaikan alasan diselenggaranya sosialisasi ini karena berbagai situasi seperti terjadinya serangan antaragama, antarsuku, dan lain sebagainya.

“Apalagi bangsa Indonesia ini terdiri dari ratusan suku.”

Ia berkata, Empat Pilar ialah fondasi bangsa. Karena itu, ia sebagai fondasi pertahanan bangsa dari berbagai ancaman internal maupun eksternal.

Sebagai orang muda Flores, kata Heri, hendaknya menjadi garda terdepan mensosialisasikan Pancasila, karena lahirnya di Flores.

“Kita punya kewajiban untuk menjelaskan dan mempertahankan Pancasila,” tuturnya.

Heri mencontohkan alasan tingginya toleransi antarumat beragama di Flores. “Karena di sini tempat lahirnya Pancasila. Di sini kita harus jaga Pancasila,” pungkas Heri.

TERKINI
BACA JUGA