Maumere, Ekorantt.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara akan melaporkan perkembangan aktivitas vulkanik gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, setiap 6 jam setelah menaikan status dari level II (Waspada) ke level III (Siaga).
“Setiap enam jam sejak dinaikkan (status) kami laporkan hasil pengamatan,” ujar Kepala Balai Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Nusa Tenggara, Zakarias Ghele Raja, Senin, 1 Januari 2024.
Ia mengatakan laporan secara periodik tersebut sebagai bahan informasi kepada masyarakat dalam kesiapsiagaan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Lewotobi Laki-laki.
PVMBG sendiri telah menaikan status aktivitas gunung tersebut dari sebelumnya berstatus waspada menjadi siaga pada 1, Januari 2024, pukul 04.00 Wita.
“Update informasi ini juga akan kami sampaikan ke pemerintah setempat dan posko pengungsian di tingkat kecamatan,” kata Zakarias.
Laporan Pengamatan Pukul 06.00-12.00 Wita
Zakarias mengatakan berdasarkan hasil pengamatan visual dalam durasi enam jam dilaporkan gunung api Lewotobi Laki-laki terlihat jelas hingga kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 800-1000 m di atas puncak kawah.
Sedangkan kegempaan dibagi dalam tiga jenis; pertama, gempa hembusan terjadi dua kali kekuatan 8.8-10.3 mm dalam durasi 29-43 detik.
“Gempa hembusan terjadi saat sinyal yang lebih impulsif dan terkait dengan proses pelepasan gas (Degassing). Getaran terekam akibat adanya peristawa pelepasan gas vulkanik,” jelas Zakarias.
Kedua, gempa vulkanik dalam terjadi 3 kali dengan besar getaran amplitudo 8.8-10.3 mm dalam durasi 29-43 detik. Penyebabnya karena getaran yang terjadi akibat aktivitas magma yang naik ke permukaan dan disertai dengan rekahan.
Selanjutnya, gempa tektonik jauh terjadi sebanyak satu kali dengan besar getaran 26.6-47.3 mm dalam durasi 13-40 detik.
“Tektonik jauh terjadi yang mana getaran akibat pergerakan lempeng tektonik dimana episentrumnya jauh dari lokasi stasiun seismik,” kata dia.
Laporan itu juga termuat mengenai gempa Tremor Menerus (Microtremor) yang terekam dengan amplitudo 3.7-7.4 mm (dominan 7.4 mm).
Dengan demikian, PVMBG merekomendasi agar masyarakat di sekitar Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari pusat erupsi Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan.
Selain tu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 4 km dalam arah barat laut utara dan selatan-tenggara dari pusat erupsi Lewotobi Laki-laki.
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujar Zakarias.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.