Maumere, Ekorantt.com – Karyawan Kopdit Pintu Air, sebuah Koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur didorong untuk menjangkau anggota hingga pelosok.
Dengan begitu, menurut Wakil Ketua Pengawas Kopdit Pintu Air, Yengki Ricard Sado, anggota bisa merasakan sentuhan pelayanan Kopdit Pintu Air.
Mengaktifkan anggota yang pasif harus menjadi prioritas manajemen, kata Yangki berharap. Bila semua anggota aktif, maka roda organisasi akan berjalan lancar.
“Natal dan tahun baru hendaknya menjadi momen untuk mempererat rasa kekeluargaan dan memperkuat integritas untuk lebih maju dari tahun sebelumnya secara khusus meningkatkan kinerja keuangan,” kata Yengki saat acara Natal bersama di kantor pusat, Maumere, Jumat, 9 Januari 2026.
Deputi Operasional Koperasi kredit (Kopdit) Pintu Air, Fransiska Irmayati Subu juga berkata, menjadi karyawan lapangan tentu saja harus sering mengunjungi dan menyentuh hati anggota. Hal ini penting agar mereka siap menerima dan mau bergabung dengan Kopdit Pintu Air.
“Teman-teman di lapangan itu harus intens mengunjungi anggota. Bahkan pengalaman saya sampai tiga empat kali sosialisasi,” kata Irma, sapaan karibnya, Irma dikutip dari YouTube UMK Auvi.
Irma mencontohkan, saat awal masuk menjadi karyawan ia bersama teman-temannya harus berjibaku melawati jalan rusak ke daerah pelosok untuk memberikan sosialisasi kepada calon anggota.
“Kami bahkan menggunakan truk kayu. Kesulitan itu ditebus dengan bertemu dengan banyak orang,” kata Irma.
Saat turun ke lapangan, lanjut dia, tak semua peserta sosialisasi bisa menerima dan langsung bergabung menjadi anggota koperasi.
“Tetapi kita masih berkeyakinan bulan depan kita akan berkunjung lagi. Kita ulang-ulang meski jalannya rusak,” ujarnya.
Irma mengaku saat itu mereka terbantu dengan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat.
Sebelum turun sosialisasi mereka melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat terlebih dahulu.
Pendekatan itu akan memudahkan karyawan dalam memberikan pemahaman dan arahan sehingga masyarakat bisa tergerak hatinya bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air.
“Selama saya turun ke lapangan saya diterima dengan baik. Saya sama sekali tidak pernah ditolak karena perbedaan latar belakang,” kata Irma.
Irma menilai sambutan dari masyarakat merupakan “gaji batin” baginya. Antusiasme masyarakat memiliki kepuasan tersendiri, bukan hanya soal uang.
