General Manajer Kopdit Sangosay Lodofikus Lenga

Bajawa, Ekorantt.com – Resmi berdiri 28 Mei 1983, Koperasi Kredit (Kopdit) Sangosay terus memantapkan diri sebagai koperasi kredit yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Sejumlah gagasan pun dirancang untuk mencapai visi besar Kopdit yang berpusat di Kota Bajawa ini.

General Manajer Kopdit Sangosay Lodofikus Lenga menuturkan, Sangosay diprakasai oleh pimpinan Yasukda Kabupaten Ngada yang bergerak dibidang pendidikan.

Dalam perjalanan penyelengaraan persekolahan di era 70-an, pimpinan Yasukda melihat ada kesulitan hidup terutama di bidang keuangan yang dialami oleh para guru dan keluarganya kala itu. Banyak guru terlilit kemelut keuangan.

“Akibat persoalan tersebut, banyak guru yang berutang dengan rentenir. Bunga pinjamannya besar. Situasi itu kemudian berdampak pada para petinggi Yasukda.  Setiap bulan mereka dipusingkan dengan urusan “panjar gaji” para guru dengan jumlah banyak,” ujar Lodofikus di ruang kerjanya, akhir Januari 2020 lalu.

Menurutnya, kenyataan lain menunjukkan banyak guru dan pegawai persekolahan asuhan Yasukda tidak memiliki rumah pribadi yang layak huni. Itu terjadi sampai masa purna bakti.

Para guru juga tidak memiliki tabungan untuk biaya pendidikan anak dan terkadang tidak dapat berobat apabila menderita sakit serius. Kondisi tersebut kemudian mendorong pimpinan Yasukda untuk mencari terobosan guna membantu para guru dan karyawan.

“Dengan asumsi bahwa mereka harus dapat menolong dirinya sendiri. Menolong dengan potensi atau kemampuan yang ada pada mereka. Sehingga  dapat keluar dari berbagai kesulitan dan sekaligus mengangkat martabat hidupnya dalam suatu kebersamaan. Dari situlah cikal-bakal berdirinya Kopdit Sangosay yang sebelumnya bernama Kelompok Studi Tabungan (KST) Yasukda,” urai Lodofikus.

Pada 18 Juni 1988, Kopdit Sangosay mendapat pengakuan badan hukum koperasi melalui surat keputusan kepala kantor wilayah departamen koperasi NTT No. 24/KPTS/KWK.24/IV/1988 dengan badan hukum 516/BH/XIV. Kemudian pada tahun 2008, Kopdit Sangosay naik menjadi kopdit primer tingkat propinsi dengan nomor badan hukum 02/PAD/BH/XXIX/2008 tertanggal 25 september 2008. Sejak saat itu, Kopdit Sangosay memiliki wilayah kerjanya meliputi seluruh kabupaten se-Nusa Tenggara Timur.

Pasang surut selalu dialami dalam mengembangkan Kopdit Sangosay. Disadari bahwa kemajuan justru mengikuti prinsip pertanian. Ada masa olah tanah, menabur, merawat dan pada ahkirya bisa memanen perjuangan itu dengan komitmen yang kuat. 

Produk pelayanan keuangan Kopdit Sangosay, urai Lodofikus, terdiri atas dua bagian yaitu simpanan saham yang terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib sebesar Rp20.000 per bulan dan simpanan non saham yang terdiri dari simpanan untuk tujuan kesejateraan, simpanan untuk pendidikan, simpanan pensiunan, simpanan tujuan kesehatan dan simpanan tujuan wisata dan hari raya.

Saat ini Kopdit Sangosay berkembang pesat dan memiliki cabang di hampir semua wilayah NTT. Total anggotanya 68.900 orang (data per 31 desember 2019) tersebut. pada tahun 2019, Sangosay juga berhasil membukukan aset senilai Rp774.200.000.000.

Selain itu, Kopdit Sangosay juga sudah menggondol berbagai penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.

Pemberdayaan

Selain memberikan pelayanan keuangan, Kopdit Sangosay berusaha dan bertekad memberdayakan usaha riil anggota mulai dari pertanian, peternakan dan ekonomi perumahan.

“Pada prinsip Kopdit Sangosay intens melakukan pemberdayaan kepada masyarakat khususnya para anggota. Kita punya dua macam perberdayaan yaitu pemberdayaan fisik dan pemberdayaan sumber daya,” beber Lodofikus.

Untuk pemberdayaan fisik, jelas Lodofikus, pihaknya mendorong anggota koperasi mengembangkan usaha produktif, seperti peternakan, usaha skala kecil dan usaha rumah tangga yang bisa berdampak pada perekonomian anggota tersebut.

Demi mendukung hal tersebut, manajemen Kopdit Sangosay menyiapkan dua bentuk pimjaman yaitu pinjaman umum dan pinjaman khusus. Untuk pinjaman usaha, para anggota bisa mengaksesya melalui pinjaman modal kerja atau pinjaman usaha kecil harian atau mingguan.

“Ambil contoh wilayah Nagekeo, banyak yang buat pinjaman untuk usaha ayam. Itu pinjamannya mulai dari 50 sampai 150 juta. Sedangkan pertanian ada pengembangan kebun anggur di wilayah Lekosambi, Kecamatan Riung,” jelasnya.

Sementara pemberdayaan di bidang sumber daya dilakukan dengan cara mendampingi anggota sesuai jenisnya usahanya. Saat ini manajemen sedang merekrut tenaga pendamping untuk tugas pemberdayaan. 

Salah satu anggota Kopdit Sangosay, Wilhelmus Lado kepada EKORA NTT mengatakan, dirinya sudah bergabung bersama anggota sejak tahun 1987. Saat itu dirinya masih muda.

Berdasarkan pengalamannya, Kopdit Sangosay memberi banyak kemudahan kepadanya. diri ketika hendak melakukan pinjaman untuk usaha.

“Saya pernah pinjam 150 juta rupiah  untuk buat kandang ayam. Puji Tuhan dikabulkan dan dari usaha itu, hari ini saya bisa beli kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkap Wilhelmus.

Selain untuk usaha, Wilhelmus juga bergabung di Kopdit Sangosay untuk membiayai pendidikan anak-anak.

“Hanya di Kopdit ini yang waktu kita simpan dan buat pinjaman langsung dicairkan, tidak lama-lama,” ujarnya.

Belmin Radho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here