Maumere, Ekorantt.com – Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono akan menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Obor Mas di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia mengaku kehadirannya semata-mata untuk menghargai dan menghormati perjuangan dari Koperasi Obor Mas yang telah berdiri sejak tahun 1972. Bukan hanya berdiri sejak lama, Koperasi Obor Mas dinilainya mampu berkembang.
“Dan membuktikan diri mampu menjadi kebanggaan bukan hanya di Kabupaten Sikka, bukan hanya di NTT, tetapi juga menjadi kebanggaan koperasi nasional kita,” kata Ferry saat acara Ngopi Bareng di Aula Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas, Jumat sore, 29 Mei 2026.
Acara yang juga menghadirkan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Krisdianto Soedarmono dan Gubernur NTT, Melki Laka Lena tersebut mengusung tema “Membangun Sinergi antara KSP Kopdit Obor Mas dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.”
Ferry menyebut dirinya telah tiga kali menghadiri acara koperasi di NTT. Kehadiran koperasi di NTT, kata dia, telah membawa dampak besar, terbukti dengan total aset keseluruhan koperasi yang mencapai Rp10 triliun lebih.
“Aset-aset tersebut membuktikan bahwa provinsi Nusa Tenggara Timur sangat tepat untuk disebut provinsinya koperasi,” kata dia.
Ferry juga menyoroti peran strategis semua koperasi di NTT yang mampu memiliki aset setengah dari aset Bank NTT.
“Itu artinya menunjukkan (di NTT) koperasinya bagus,” kata Ferry.
Menurutnya, secara nasional aset koperasi dan aset perbankan memiliki selisih yang sangat jauh, di mana aset koperasi jauh lebih kecil dari aset bank.
Ferry menyebut, pihaknya ditugaskan oleh Presiden Probowo untuk mengejar ketertinggalan koperasi dari badan usaha milik nasional dan swasta.
“Karena memang amanat konstitusi kita sesuai dengan UUD 1945 pasal 33, para pendiri bangsa menginginkan keseimbangan antara badan usaha milik negara, badan usaha swasta, dan badan usaha koperasi.”
“Bahkan, para pendiri bangsa berharap badan usaha koperasi menjadi lebih besar, baik dari sisi aset, volume kegiatan usaha, maupun partisipasi masyarakat sebagai anggota,” jelas dia.
Menurutnya, koperasi mesti menjadi soko guru perekonomian. Soko berarti tiang, guru berarti utama. Artinya, koperasi mesti menjadi tonggak utama perekonomian masyarakat.
Ia bilang, alasan itulah yang menjadi landasan lahirnya Koperasi Desa Merah Putih.













