Maumere, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan mendasar antara koperasi dan bank.
Melalui unggahan di akun Facebook resminya, koperasi tersebut menyebut masih banyak masyarakat yang menganggap koperasi sama dengan bank, padahal keduanya memiliki fungsi, tujuan, dan sistem yang berbeda.
Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa bank hadir untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat.
Sementara itu, koperasi dibangun atas semangat kebersamaan, di mana anggota berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan.
Kopdit Pintu Air menegaskan, perbedaan tersebut bukan untuk membandingkan mana yang lebih baik, melainkan agar masyarakat dapat memahami karakteristik masing-masing lembaga keuangan sehingga bisa memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Kami percaya bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Bersama anggota, kita bertumbuh, saling mendukung, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera,” tulis Kopdit Pintu Air dalam unggahan tersebut.
Melalui edukasi tersebut, Kopdit Pintu Air berharap masyarakat semakin memahami nilai-nilai koperasi sebagai lembaga yang mengedepankan partisipasi anggota dan semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Sebelumnya, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Yakobus Jano menegaskan, koperasi pada dasarnya adalah milik anggota.
Sedangkan pengurus koperasi, kata dia, hanya pelayan yang siap membantu memfasilitasi keperluan anggota.
Menurut Jano, Kopdit Pintu Air ini sudah bertransformasi menjadi lebih modern, sudah masuk dalam digitalisasi secara online. Koperasi ini telah menggunakan sistem aplikasi.
“Jadi, semua orang bisa mengakses aplikasi tersebut. KSP Koperasi Pintu Air telah diawasi dan dibimbing langsung oleh Kementerian Koperasi Indonesia,” jelas Jano.
Di waktu berbeda ia juga mengatakan, Kopdit Pintu Air berkomitmen teguh untuk melayani segenap anggota tanpa membedakan status.
Terlebih perhatian pelayanannya kepada warga nelayan, tani, ternak dan buru (NTTB) sungguh bukti tanda keberpihakan berdasarkan prinsip solidaritas dan kekeluargaan.
“Sistem kerja dari Pintu Air dijalankan secara profesional dengan tetap mengacuh pada semangat kekeluargaan. Pelayanan kepada segenap anggota adalah pelayanan tanpa membedakan status suku, agama, ras dan kebudayaan. Di dalam dan bersama Pintu Air impian kita adalah agar semua orang dapat berdikari karena berkoperasi,” tegas Jano.
Ia menambahkan, kepercayaan anggota kepada Pintu Air sungguh sangat besar. Kepercayaan ini haruslah dijawab juga dengan sistem kerja, pendekatan dan terlebih kapasitas diri yang mumpuni.
