Adonara, Ekorantt.com – Kopdit Pintu Air menyerahkan dana solidaritas dukacita (solduta) bagi ahli waris salah satu anggota yang meninggal dunia, almarhum Ruben Suban Raya Riantobi di rumah duka di Desa Lambunga, Kecamatan Kelubagolit, Adonara, Flores Timur pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Penyerahan dilakukan oleh Adrianus Ama Kayan, Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Adonara dan Waiwadan kepada ahli waris Maltiades Riangtobi, putra dari Almarhum Ruben.
Almarhum Ruben menjadi anggota KSP Kopdit Pintu Air sejak 2 Mei 2019, terdata sebagai anggota Kopdit Pintu Air Cabang Maumere, kata Adrianus.
Penyerahan dana duka merupakan bentuk solidaritas dari sesama anggota yang tergabung dalam KSP Kopdit Pintu Air, kata dia.
Dengan menjadi anggota selama 89 bulan, ahli waris menerima santunan sebesar Rp11 juta dalam bentuk uang dan barang.
Kepada keluarga, Adrianus menyampaikan pesan duka yang mendalam mewakili pengurus, manajemen, anggota dan seluruh keluarga besar Kopdit Pintu Air.
Kata Adrianus, almarhum Ruben telah banyak membantu orang melalui partisipasinya sebagai anggota aktif Pintu Air.
“Beliau bukan hanya sekedar anggota, tetapi anggota sangat aktif yang setiap bulan selalu menunaikan kewajibannya. Dengan demikian, melalui kewajibannya itu, beliau bersolider dengan para anggota yang lain melalui dana kematian ketika ada anggota yang meninggal dunia, atau (membantu dengan) dana kesehatan ketika ada yang sakit,” kata dia kepada Ekora NTT saat ditemui di rumah duka.
Menurut Adrianus, menjadi anggota Pintu Air bukan hanya sekedar untuk menyimpan dan meminjam uang, tetapi anggota dipupuk rasa solidernya untuk menolong anggota yang lain ketika kesulitan.
“Kau susah aku bantu, aku susah kau bantu,” ujarnya mengulang semboyan koperasi yang berpusat di Rotat, Kabupaten Sikka tersebut.
Solidaritas tersebut hadir dalam bentuk kewajiban bagi setiap anggota untuk setiap bulannya menyetor dana solidaritas kesehatan dan solidaritas duka yang nantinya akan digunakan untuk membantu sesama anggota yang mengalami sakit maupun meninggal dunia guna meringankan beban mereka.
Untuk diketahui, Almarhum merupakan wartawan senior, pensiunan wartawan TVRI turut menginisiasi, menjadi ketua pertama hingga menjadi pembina Aliansi Wartawan Sikka (AWAS). Ia meninggal dunia pada Selasa, 29 September di Larantuka, Flores Timur.

