Maumere, Ekorantt.com – Gubernur NTT, Melki Laka Lena mendorong KSP Kopdit Obor Mas agar mengembangkan sektor produktif atau koperasi sektor riil. Hal tersebut disampaikan Melki saat dialog Ngopi Bareng Menteri Koperasi di Kantor Pusat Kopdit Obor Mas, Maumere, pada Jumat, 29 Mei 2026 sore.
Menurut Melki, Kopdit Obor Mas dengan aset Rp1,5 triliun penting mengembangkan sektor produktif agar mampu mengisi pasar lokal yang saat ini masih dikuasai oleh barang-barang produksi luar daerah, seperti kebutuhan dasar sehari-hari yang mestinya dapat diproduksi sendiri.
“Saya titip satu hal buat teman-teman koperasi. NTT sudah lama jadi provinsi koperasi, tetapi koperasinya belum terlalu banyak yang masuk ke sektor produktif.”
“Asetnya besar, potensinya besar, anggotanya banyak, pengurusnya banyak, tetapi kita masih bermain di wilayah yang menurut saya sudah jadi jagoannya kita, yakni di simpan pinjam. Coba melompat lebih jauh ke sektor produktif,” kata Melki.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Krisdianto Soedarmono tersebut, Melki meminta Kopdit Obor Mas untuk mengembangkan lebih banyak sektor produktif dengan mengacu pada potensi daerah.
Politisi Golkar itu menyebut, NTT memiliki ketergantungan yang besar pada transfer pemerintah pusat. Selain itu, wilayah ini memiliki persoalan defisit perdagangan yang mencapai Rp51 triliun.
“Artinya, uang masyarakat NTT banyak keluar daerah karena barang-barang yang dibeli berasal dari luar NTT dan tidak berputar di daerah sendiri,” ujarnya.
Menurut Melki, jika koperasi ikut masuk ke sektor produktif, hal itu dapat menekan defisit perdagangan yang terjadi selama ini.
“Uang masyarakat akan berputar di daerah, sehingga ekonomi lokal menjadi lebih kuat dan masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan itu, kata dia, koperasi tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi produktif di NTT.
General Manajer Kopdit Obor Mas, Frediyanto Moat Lering pada kesempatan yang sama menyebut pihaknya sudah masuk ke sektor riil, terlebih dengan bantuan dan kepercayaan dari pemerintah lewat mekanisme penyaluran dana kredit usaha rakyat (KUR).
“Banyak anggota kami yang bergerak di sektor riil yang kita dukung. Saya dorong mereka ke hortikultura waktu pandemi. Walaupun lahan kering, mereka memanfaatkan sumur bor untuk pengairan,” kata Frediyanto.













