PHRI Ngada Resmi Terbentuk, Siap Sinergi Majukan Sektor Pariwisata

Ia berharap terbentuknya kepengurusan baru bisa membawa sejumlah perubahan dalam industri perhotelan maupun restoran.

Bajawa, Ekorantt.com – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran (DPC PHRI) Kabupaten Ngada resmi terbentuk. Efrasia S. Lay dipercayakan menakhodai PHRI Ngada lima tahun ke depan, dari 2026 hingga 2031.

Ketua Didang Organisasi dan Hukum BPD PHRI Nusa Tenggara Timur, Robby Rawis melantik Efrasia dan 12 pengurus lainnya di Hotel Edelweis Bajawa, Kamis, 29 Juli 2026.

Selama masa kepemimpinannya, Efrasia berkomitmen untuk merajut sinergi dengan semua pemangku kepentingan di sektor perhotelan, restoran, hingga rumah makan. Langkah ini dilakukan demi memajukan pariwisata di Kabupaten Ngada.


Perjalanan merintis PHRI di Ngada melewati sebuah proses yang tak mudah, kata Efrasia. Butuh waktu yang panjang untuk membangun pemahaman dan persepsi yang sama terkait peran wadah organisasi ini.

Ia berharap terbentuknya kepengurusan baru bisa membawa sejumlah perubahan dalam industri perhotelan maupun restoran.

Efrasia mengatakan, kebijakan pemangkasan anggaran daerah berdampak langsung pada industri hotel dan restoran lokal. “Kami rasakan pesanan aula hotel misalnya, pasca-kebijakan ini hampir tidak ada lagi yang pesan,” ujarnya.

Pengusaha hotel, kata Efrasia, terpaksa memindahkan karyawan ke usaha lain demi mencegah pemutusan hubungan kerja.

“Makanya kami alihkah beberapa karyawan kami ke usaha lain, tapi yang tidak ada usaha lain yang bertumpu pada jasa hotel, kasihan,” ujarnya sembari menambahkan, PHRI akan menjadi wadah perjuangan demi mewujudkan kepentingan bersama para anggota yang tergabung di dalamnya.

Robby Rawis berharap pengurus baru segera melakukan konsolidasi secara internal untuk memperkuat soliditas sesama pengusaha. “Saya berharap setelah lantik segera bangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak lain,” ujarnya.

Robby mengingatkan pengusaha hotel dan restoran untuk menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM dengan mengakomodir produk-produk lokal. Dengan begitu, geliat ekonomi berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, Oktavianus Botha Djawa mengapresiasi kehadiran PHRI di Ngada. Saat ini, ada 58 hotel dan homestay di Ngada. Sementara restoran berjumlah 84 yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Hotel dan restoran juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah,” kata dia.

Ia bilang, pemerintah telah menyiapkan sejumlah pelatihan peningkatan sumber daya manusia di bidang perhotelan dan restoran. Hal ini penting mengingat hotel dan restoran menjadi ujung tombak kemajuan pariwisata.

“Sasaran kita masih di desa yang punya destinasi wisata. Saya berharap ke depan juga bisa dilaksanakan untuk hotel dan restoran,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA