Melihat Layanan Cek Kesehatan Gratis PDI Perjuangan bagi Penyintas Lewotobi

Selain cek kesehatan, giat PDI Perjuangan yang dihadiri Ketua DPD Yunus Takandewa juga menyalurkan bantuan makanan kepada lima desa terdampak erupsi di Huntara.

Larantuka, Ekorantt.com – Melkianus Mena, 70 tahun, berjalan tanpa alas kaki dengan langkah tertatih-tatih, Jumat sore, 18 September 2029. Susah payah ia bergerak di tengah kerumunan warga pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Melkianus tidak melewatkan kesempatan untuk menjalani pemeriksaan gratis yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di pengungsian Huntara Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Melkianus mendapat nomor antrean ke-11. Lima menit berselang, gilirannya ke meja petugas medis. Empat pasien lansia dengan riwayat sakit bawaan tampak berjalan lebih cepat karena dibantu tongkat.



“Saya punya kaki sampai lutut keram, setengah mati kalau jalan, kadang rasa kaku dan nyeri,” ujar Melkianus kepada petugas medis.

Tim medis Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan melibatkan dua dokter, dua apoteker, satu perawat, dan satu bidan dibantu petugas kesehatan dari Puskesmas Boru. Mereka berkolaborasi melakukan pemeriksaan dan memberikan obat di posko medis.

Melkianus menderita asam urat sejak lima tahun terakhir. Penyakit radang sendi itu berubah menjadi kronis. Ia bahkan tidak bisa memakai sendal atau sepatu. Tak bergerak leluasa menghambatnya menjangkau fasilitas kesehatan.

Ia mengaku penyakitnya cepat mengganas karena pola hidup tidak dijaga dengan baik. Ia juga kurang rutin kontrol ke puskesmas, meski layanan kesehatan tersedia di Huntara, tak jauh dengan tempat tinggalnya.

“Saya selama ini agak masa bodoh, pola hidup kurang teratur. Kadang jarang periksa ke puskesmas,” ujarnya.

Melkianus merasa terbantu dengan bakti sosial oleh partai berlambang kepala banteng itu. Selain dekat, obat-obatan juga cukup lengkap. Ia diberi obat dan vitamin. Dokter dan tim medis berpesan agar rutin mengonsumsi obat.

“Terima kasih PDIP, dari awal bencana mereka datang dan sekarang pelayanan kesehatan kami dapat lagi,” ucapnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Flores Timur, Konradus Kusno Wada, mengatakan sebelum datang lagi ke pengungsian Gunung Lewotobi, Baguna PDI Perjuangan lebih dahulu membantu warga terdampak gempa Flores sejak 16 Agustus.

Saat masa tanggap darurat bencana Lewotobi Laki-laki, kata dia, PDI Perjuangan mengerahkan rumah sakit apung untuk menyalurkan bantuan hingga mendatang tim medis.

Hal serupa dilakukan saat gempa Flores. Kader langsung bergerak ke medan bencana. Sementara kapal penjelajah laut nusantara atau rumah sakit apung masih berlabuh di Maumere, Kabupaten Sikka.

“Inilah gerakan kader-kader partai. Dari jenjang DPC dan DPD mengambil inisiatif sesuai arahan ketua umum untuk turun melihat kondisi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Konradus berkata penyintas bencana masih membutuhkan bantuan, termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai upaya mendeteksi dan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi parah.

Selain cek kesehatan, giat PDI Perjuangan yang dihadiri Ketua DPD Yunus Takandewa juga menyalurkan bantuan makanan kepada lima desa terdampak erupsi di Huntara. Bantuan diserahkan kepada pemerintah desa diharapkan lebih memprioritaskan kelompok rentan.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA