Kupang, Ekorantt.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang, dr. Widya Cahya, meminta seluruh pengurus kecamatan dan kelurahan membenahi kelembagaan hingga tingkat Dasawisma. Program pemberdayaan masyarakat diminta tidak berhenti pada administrasi, tetapi harus terlihat hasilnya di lapangan.
Widya menetapkan sejumlah fokus kerja hingga akhir 2026, mulai dari pembenahan sekretariat dan data, Jumat Bersih serta pemilahan sampah, penguatan literasi, pemanfaatan pekarangan hingga pencegahan stunting dan penguatan Posyandu.
Hal itu disampaikan Widya dalam pelantikan Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Literasi tingkat kecamatan yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi TP PKK Kota Kupang bersama camat, lurah dan pengurus TP PKK se-Kota Kupang, Rabu, 16 September 2026.
Widya meminta pengurus yang baru dilantik menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus memastikan koordinasi antara PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan berjalan efektif.
“Jadilah motor penggerak yang aktif koordinasi seluruh kegiatan pemberdayaan. Program yang kita rencanakan jangan hanya berhenti di atas kertas, tetapi bisa direalisasikan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Widya.
Ia meminta sekretariat PKK di setiap kecamatan dan kelurahan segera dibenahi. Data umum, struktur kepengurusan, data Pokja hingga Dasawisma harus diperbarui sebagai dasar pelaksanaan program.
Untuk Pokja I, fokus diarahkan pada penguatan Jumat Bersih, kerja bakti dan pemilahan sampah. Pokja II diminta menghidupkan kembali pojok literasi dan perpustakaan kelurahan melalui kolaborasi dengan taman bacaan masyarakat maupun mitra lainnya.
Sementara Pokja III diarahkan memperkuat pemanfaatan pekarangan melalui program Aku Hatinya PKK, tanaman obat keluarga dan tanaman pangan.
Pada Pokja IV, Widya menekankan pencegahan stunting dengan memperkuat Posyandu, memantau pertumbuhan anak dan mengejar cakupan imunisasi dasar lengkap.
“Ketika ditemukan berat badan anak tidak naik atau berat badannya kurang, harus segera ditindaklanjuti. Fokus kita adalah pencegahan stunting,” ujarnya.
Selain program Pokja, Widya meminta untuk memperkuat kelompok Dasawisma, terutama dalam pemutakhiran data dan pemantauan kondisi keluarga di tingkat lingkungan.
TP PKK kecamatan dan kelurahan juga mendapat dukungan dana operasional masing-masing Rp5 juta melalui dana hibah untuk mendukung program kerja dan dipertanggungjawabkan secara lengkap.
“Dengan adanya bantuan dana operasional ini, ruang gerak kita lebih cepat dan luas. Tetapi ada tanggung jawab di belakangnya,” katanya.
Widya memastikan pelaksanaan program akan dievaluasi secara berkala. Evaluasi mencakup kelembagaan, administrasi, pelaksanaan program dan sinergi PKK dengan pemerintah kecamatan serta kelurahan.
Ia meminta seluruh pengurus menjalankan amanah tersebut dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dari tingkat kota hingga kelurahan. (Adv)













