Ende, Ekorantt.com – Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jahidin Chilo menyoroti kinerja Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende dalam penanganan bencana gempa bumi selama masa tanggap darurat.
Menurutnya, BPBD belum bekerja secara maksimal. Salah satu buktinya adalah proses verifikasi terhadap kerusakan rumah berjalan lamban.
Hingga Sabtu, 12 September 2026, progres verifikasi lapangan baru mencapai 24,35 persen atau sebanyak 1.712 rumah dari target tahap pertama sebanyak 7.030 rumah.
Seharusnya, kata dia, proses verifikasi tahap pertama sudah selesai dan saat ini sudah masuk dalam tahap uji publik.
“Ada beberapa kendala Pak Bupati; yang pertama bahwa tim yang dibentuk ini, dia tidak bekerja maksimal, ya dari yang saya perhatikan dan saya mendapatkan laporan dari staf saya sebagai pendamping,” ujar Jahidin dalam rapat evaluasi tanggap darurat, Sabtu, 12 September 2026.
Lambannya Verifikasi akan menghambat proses pelaksanaan uji publik serta penetapan By Name, By Address (BNBA).
Ia pun mendorong Pemerintah Kabupaten Ende untuk mempercepat proses verifikasi sekaligus meminta agar menambah jumlah personil lapangan.
“Ini mungkin perlu kita gaspol Pak Bupati, jangan sampai Kabupaten Ende terlambat. Sementara kabupaten tetangga itu sudah melaksanakan uji publik, Kabupaten Ende jangan sampai kalah sama Kabupaten Nagekeo dan juga Sikka,” ujarnya.
Pemerintah pusat, kata dia, sedang membangun hunian sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat. Tercatat empat unit Huntara yang sudah dibangun di Kecamatan Nangapanda.
“Yang persiapan tiga di Kecamatan Pulau Ende dan dua lagi yang di Kecamatan Detusoko. Dari hasil pendataan kita langsung kejar untuk kita bangun,” ujarnya.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengakui adanya keterlambatan tim lapangan dalam melakukan verifikasi kerusakan rumah. Ia mengklaim hal itu terjadi karena kondisi geografis dan medan yang sulit.
“Ya, memang banyak hal ya yang buat hambat, karena ini kan kita juga daerahnya di gunung-gunung semua. Jadi itu petugas yang datang ke sana untuk lakukan pemantauan juga agak berat begitu ya,” ujarnya
“Ya saya kira, banyak hal yang menghambat,” tambah Bupati Yosef.
Ia berkomitmen proses verifikasi tahap pertama selesai pada Rabu, 16 September 2026. “Tapi kita harapkan, timnya sudah targetkan bahwa sebelum Rabu sudah beres.”
“Makanya kita harus kejar dulu yang tahap satu. Kalau sudah selesai baru kita mulai ke tahap duanya,” tutupnya.













