Anggota DPRD NTT Apresiasi Pelayanan Publik Pemkot Kupang

Ia berharap inovasi pelayanan publik Pemkot Kupang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas hidup warga

Kupang, Ekorantt.com – Anggota DPRD NTT dari Dapil Kota Kupang, Marselinus Anggur Ngganggus menilai inovasi pelayanan publik Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena C. Francis, menunjukkan arah pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut sejumlah inovasi seperti Gadar, Ina Kasih, Saboak, Si-Pedati Indah, Gelangnona, Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Command Center sebagai langkah positif dalam memperkuat pelayanan kepada warga.

“Kalau melihat arah kebijakan Pemerintah Kota Kupang saat ini, ada upaya membawa pelayanan publik lebih dekat kepada masyarakat. Ini tentu patut diapresiasi,” kata Marselinus di Kupang pada Senin, 14 September 2026.

Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari jumlah program atau aplikasi yang dibuat.

Menurutnya, ukuran utama adalah dampak nyata terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan, masyarakat berpenghasilan rendah, lansia dan penyandang disabilitas.

“Jangan hanya menghitung berapa banyak inovasi yang dibuat. Yang lebih penting adalah berapa banyak persoalan masyarakat yang bisa diselesaikan,” ujar Marselinus.

Ia juga mendorong penguatan koordinasi antar-OPD karena banyak persoalan masyarakat membutuhkan penanganan lintas sektor.

Keberadaan MPP dan Command Center, kata dia, dapat menjadi instrumen penting untuk menghadirkan pelayanan yang lebih terintegrasi.

Meski demikian, digitalisasi pelayanan harus tetap inklusif. Pemerintah perlu memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dan literasi digital tetap mendapatkan pelayanan secara langsung.

“Digitalisasi itu penting, tetapi jangan sampai masyarakat yang tidak mampu menggunakan teknologi justru semakin sulit mendapatkan pelayanan,” kata Marselinus.

Ia juga meminta berbagai inovasi tersebut dilembagakan agar tidak bergantung pada figur kepala daerah.

“Program pemerintah harus menjadi sistem, bukan sekadar identik dengan siapa yang memimpin. Siapapun pemimpinnya nanti, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” ujarnya.

Ia berharap inovasi pelayanan publik Pemkot Kupang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas hidup warga, memperluas akses pelayanan dasar, mengurangi kesenjangan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Pada akhirnya masyarakat membutuhkan pelayanan yang mudah, cepat, adil dan benar-benar menyelesaikan persoalan mereka,” pungkas Marselinus. (Adv)

TERKINI
BACA JUGA