Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada Raymundus Bena meminta penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Penyusunan RDTR bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif pemerintahan, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan dan pemanfaatan ruang di Kabupaten Ngada ke depan,” kata Raymundus saat membuka Konsultasi Publik II penyusunan RDTR oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Bajawa, Rabu, 9 September 2026.
Pembangunan harus memiliki arah yang jelas agar setiap pemanfaatan ruang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, kata dia. Karena itu, penyusunan dokumen RDTR harus dilakukan secara cermat, berbasis kebutuhan riil masyarakat, dan mempertimbangkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
“Dokumen yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan,” tandas Raymundus.
Ia menegaskan bahwa pengembangan wilayah harus tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah yakni “membangun desa menata kota.”
Selain itu, aspek lingkungan harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur tidak mengabaikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
“Dokumen harus responsif terhadap perkembangan daerah, termasuk kebutuhan masyarakat, aktivitas ekonomi, investasi, UMKM, dan pembangunan fasilitas umum,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Ngada, Yosef Filius David Jawa mengatakan konsultasi publik menjadi hal wajib dalam penyusunan RDTR demi menentukan arah pembangunan dan penataan ruang daerah. Dokumen RDTR nantinya berkaitan erat dengan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Menurutnya, PBG tidak semata-mata dipandang dari sisi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan gedung sesuai dengan tata ruang, ketentuan teknis, dan kepentingan masyarakat.
“Perhatian juga perlu diberikan terhadap penataan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,” kata Yosef.













