Kesbangpol Ngada Beri Trauma Healing bagi Korban Gempa di Riung dan Riung Barat

Gempa Flores juga mengakibatkan 27 unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, 207 unit fasilitas pendidikan rusak.

Bajawa, Ekorantt.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngada menggandeng Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUD) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak gempa di Kecamatan Riung dan Riung Barat selama dua hari, 14-15 September 2026.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Ngada, Benediktus Kenge Rato mengatakan kegiatan itu merupakan komitmen pemerintah untuk memberi pendampingan bagi masyarakat khususnya korban pascagempa Flores.

“Salah satu tugas kami yakni memulihkan situasi sosial pascagempa,” ujar Benediktus di Bajawa pada Rabu, 16 September 2026.

Dalam kegiatan itu, lanjut Benekdiktus, pihaknya menggandeng para pemuka agama untuk memberi pendampingan psikospiritual bagi warga setempat.

“Kita juga gandeng ahli konseling untuk memberikan pendampingan agar masyarakat bisa segera pulih dari rasa trauma,” ujarnya sembari berharap masyarakat bisa pulih dari trauma gempa sehingga bisa beraktivitas secara normal.

Salah satu warga terdampak gempa, Paul Sawa, mengaku bahwa gempa bumi tidak saja berdampak pada kerusakan fisik namun meninggalkan rasa trauma bagi masyarakat khususnya anak-anak.

“Jujur sampai sekarang kami masih ada rasa takut, apalagi gempa susulan masih terus terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, pendampingan bagi korban gempa tidak saja pada bantuan logistik namun harus fokus pada pemulihan trauma dan rasa takut.  “Kami berharap kegiatan itu bisa berjalan terus sampai masyarakat benar-benar pulih.”

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Ngada sudah mengakhiri masa tanggap darurat gempa Flores pada Selasa, 15 September 2026. “Berdasarkan langkah-langkah yang sudah kita lakukan dan pengamatan kita di lapangan kita putuskan mengakhiri masa tanggap darurat,” kata Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu kepada awak media di Bajawa pada Selasa siang.

Bernadinus mengatakan pemerintah bakal membangun tenda di sekitar rumah warga yang rusak sambil menanti pembangunan hunian sementara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kita berharap pembangunan hunian sementara tuntas dalam waktu satu setengah bulan,” kata Bernadinus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada mencatat 4.013 rumah dalam kondisi rusak akibat gempa. Berdasarkan kategori, sekitar 130 rumah rusak berat, 882 rusak sedang, dan 3.001 rumah dalam kondisi rusak ringan.

Gempa Flores juga mengakibatkan 27 unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, 207 unit fasilitas pendidikan rusak.

TERKINI
BACA JUGA