Larantuka, Ekorantt.com – Pemerintah kabupaten melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Flores Timur, NTT, menyebutkan bahwa tiga lokasi potensial untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas Gunung Lewotobi Laki-laki bakal diterbitkan sertifikat.
Kepala DPKPP Flores Timur, Saul Paulus Lagadoni Hekin berkata, tiga lahan relokasi terpadu dengan total luas 52,98 hektare meliputi Kuhe seluas 5 hektare, kemudian Todo 25,98 hektare dan Walang seluas 23,34 hektare.
Ketiga lahan untuk merelokasi empat desa terdampak di Kecamatan Wulanggitang dan dua desa di Kecamatan Ile Bura yang masuk zona merah itu sedang dalam proses penerbitan sertifikat oleh Kantor Pertanahan Flores Timur.
“Penertiban sertifikat sedang berproses. Target awal kita di tahun ini ada pembangunan 244 rumah di Kuhe,” ujar Saul Paulus, Rabu, 16 September 2026. Ia menyertakan timeline yang di dalamnya juga tertera tiga lahan dimaksud.
Pada Rabu, 9 September sebelumnya, Ekora NTT mendatangi Kantor Pertanahan Flores Timur untuk mengonfirmasi terkait kendala dalam proses penerbitan sertifikat. Namun pimpinan pada instansi itu sedang tak berada di tempat.
“Ibu (kepala pertanahan) sedang ada urusan keluar dengan ibu Kanwil, ada ke Maumere. Nanti di lain kesempatan baru kesini,” ujar salah satu staf setempat.
Penyintas Lewotobi Laki-laki di pengungsian terpadu di Huntara Desa Konga dan pengungsi mandiri masih belum meyakini sepenuhnya perihal upaya percepatan relokasi yang selama ini terganjal penyiapan lahan.
Faktor utama dipicu rasa jenuh akibat dua tahun menanti kepastian pembangunan huntap. Penyiapan lahan berjalan terkatung-katung. Dari waktu ke waktu, warga mendengar janji tanpa progres yang berarti. Penyintas merasa skeptis.
“Dari itu hari informasi yang dibangun tetap sama terus, bilang akan dibangun. Tapi semoga pada tahun ini bisa ada pembangunan,” kata Andreas Leko Koban.
Mateus Rogo Widin, juga merasa demikian. Menurutnya, titik relokasi sering berpindah-pindah meski pemerintah kabupaten setempat mengklaim telah menerbitkan SK Penetapan Lokasi (Penlok).
“Semoga cepat bangun kasih kami huntap, supaya pikiran kami dalam bekerja juga nyaman. Posisi kami sekarang ini kan masih di tempat tinggal sementara,” katanya.
Penulis: Paul Kabelen













