Ruteng, Ekorantt.com – Yayasan Ayo Indonesia menggandeng Puskesmas Watu Alo melakukan kegiatan trauma healing dan Child Friendly Space (CFS) bagi anak-anak terdampak gempa bumi di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Sebanyak 227 anak mengikuti kegiatan itu, berasal dari lima sekolah; Sekolah Dasar Inpres Watu Alo, Sekolah Dasar Katolik Poco, Sekolah Dasar Negeri Bengkang, Sekolah Dasar Negeri Wetok, dan Sekolah Dasar Inpres Lidang.
Boy Doreng, Community Organizer pada Yayasan Ayo Indonesia berkata, gempa bumi tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam, terutama pada anak-anak.
“Banyak di antara mereka mengalami rasa takut berlebihan, kecemasan, sulit tidur, hingga gangguan dalam aktivitas belajar dan bermain,” kata Boy kepada Ekora NTT pada Kamis, 17 September 2026.
Sebagai kelompok rentan, menurutnya, anak-anak membutuhkan perhatian khusus agar kondisi psikologis mereka dapat segera pulih.
Puskesmas Watu Alo yang didukung oleh Yayasan Ayo Indonesia berupaya membantu anak-anak kembali merasa aman, mampu mengekspresikan diri, serta mengembalikan semangat dalam menjalani rutinitas sehari-hari.
“Tujuan Kegiatan ini memberikan ruang aman dan nyaman bagi anak untuk bermain dan berekspresi.”
“Melakukan deteksi dini terhadap anak yang mengalami stres berat untuk dirujuk ke layanan lanjutan,” kata Boy.
Dengan kegiatan ini, orang tua dan guru dilibatkan dalam mendukung pemulihan psikososial anak, serta mengembalikan rasa aman, rutinitas positif, dan semangat belajar anak.
“Kegiatan dilakukan dengan metode partisipatif yang menyenangkan, meliputi lermainan kelompok dan ice breaking, aktivitas menggambar, mewarnai, dan bercerita,” tutur dia.
Anak-anak juga melatih relaksasi dan pernapasan sederhana, edukasi kesiapsiagaan bencana ramah anak, skrining psikososial oleh tenaga kesehatan terlatih.
Agustinus M. Ndatung, ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa anak-anak adalah prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.
“Kami berharap mereka dapat kembali merasa aman, ceria, dan siap melanjutkan aktivitas belajar serta bermain dengan penuh semangat,” tuturnya.













