79 Mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus di Nagekeo Ikuti Yudisium Kelulusan

Momen ini menandai akhir perjalanan di bangku kuliah sekaligus membuka lembaran baru dalam pengabdian di tengah masyarakat.

Mbay, Ekorantt.com – Sebanyak 79 mahasiswa Politeknik St. Wilhelmus yang berlokasi di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti yudisium kelulusan.

Mereka berasal dari empat program studi (Prodi) yakni Prodi tanaman pangan dan hortikultura tujuh orang, Prodi manajemen lahan kering 17 orang, Prodi nutrisi dan makanan ternak 34 orang, dan Prodi akuntansi 21 orang.

Direktur Politeknik St. Wilhelmus, Maria Ermenlinda Oko mengatakan yudisium merupakan momen penting dalam perjalanan akademik setiap mahasiswa. Momen ini menandai akhir perjalanan di bangku kuliah sekaligus membuka lembaran baru dalam pengabdian di tengah masyarakat.

“Saya apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan baik,” kata Ermelinda saat kegiatan yudisium diploma III pada Jumat, 18 September 2026.

Ia berharap mahasiswa menjadi lulusan mampu membawa perubahan positif di berbagai bidang sejalan dengan tema “sinergi vokasi unggul: mewujudkan kemandirian pangan dan pengelolaan ekonomi berkelanjutan berbasis kompetensi keahlian.”

Politeknik St. Wilhelmus merupakan Lembaga perguruan tinggi vokasi. Karena itu, Ermelinda menaruh harapan kepada para mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang dipelajari selama masa perkuliahan. Ilmu di kampus harus bisa memberikan solusi sekaligus kontribusi nyata bagi Masyarakat.

“Tidak saja dengan IPK terbaik menjadi kebanggaan, namun harus mampu mengimplementasi untuk membantu masyarakat,” pesan Ermelinda.

Ermelinda, pada kesempatan yang sama, meminta mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater. Hal itu digarisbawahi agar mereka tetap memuliakan integritas saat berada di tengah masyarakat.

Kampus Politeknik St. Wilhelmus, kata dia, selalu berpegang teguh pada komitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Secara khusus, kampus ini berusaha mencetak wirausaha baru di bidang pertanian.

Yohanes Gruyer Bhia Bi’i, salah satu mahasiswa, mengapresiasi kerja keras para dosen yang telah mendidiknya selama di kampus hingga akhirnya akan menamatkan kuliah. Menurut dia, ilmu di kampus akan menjadi bekal baginya dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, selama tiga tahun berkuliah ia mendapatkan sejumlah kemudahan, salah satu beasiswa yang diberikan pihak kampus. “Dulu setelah tamat SMA saya ingin lanjut kuliah di daerah lain, tapi Tuhan membawa saya kuliah di sini dengan beasiswa KIP Kuliah.”

Yohanes akan fokus mencari peluang usaha dan pekerjaan sembari menabung untuk melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana. “Saya mau berikan yang terbaik supaya bisa sukses ke depan,” pungkasnya.

TERKINI
BACA JUGA