Bajawa, Ekorantt.com – Bupati Ngada Raymundus Bena melepas ratusan calon mahasiswa yang lolos seleksi dalam Program Murni Kasih di halaman kantor bupati Ngada pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Raymundus mengatakan Program Murni Kasih merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Kabupaten Ngada dengan perguruan tinggi dalam memberikan akses bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kerja sama itu dibangun dengan berbagai perguruan tinggi dan melibatkan sejumlah skema pembiayaan, antara lain KIP-K, afirmasi dari perguruan tinggi dan yayasan, afirmasi kampus, serta afirmasi Pemerintah Kabupaten Ngada.
“Dari 15 perguruan tinggi yang bekerja sama, tercatat 601 orang mendaftar. Sebanyak 524 orang melanjutkan proses administrasi, kemudian 477 orang sampai pada pengumuman akhir, dan sebanyak 464 orang telah memasuki tahap persiapan pemberangkatan,” ujarnya.
Raymundus menjelaskan program ini diawali dengan pembahasan dan penandatanganan kerja sama bersama perguruan tinggi mitra pada April 2026. Selanjutnya masuk pada tahap pendaftaran, seleksi, pengumuman hingga persiapan pemberangkatan calon mahasiswa.
Ia menambahkan kebijakan ini merupakan bentuk keberanian Pemkab Ngada untuk mengambil langkah strategis di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.
Namun, menurutnya, pemerintah tidak semata-mata fokus pada bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu yang menjadi perhatian Pemkab Ngada adalah memberikan akses pendidikan pada bidang-bidang tertentu, termasuk beasiswa pendidikan kedokteran, kata Raymundus.
Geno Fiva Tanda (54), warga Desa Were, Kecamatan Golewa, mengaku senang dengan kebijakan Pemkab Ngada di sektor pendidikan. Geno merupakan orang tua dari Karin Lo’o (18), salah satu penerima beasiswa kuliah skema afirmasi.
Sejak mendengar informasi beasiswa, kata Geno, ia bersama putrinya mendatangi kantor bupati untuk mendapatkan informasi lengkap. Berbekal penjelasan tim seleksi, mereka lalu menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan.
“Puji Tuhan, ternyata lulus bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” kata dia dengan penuh bangga.
Geno mengatakan putrinya lolos penerima beasiswa melalui skema afirmasi. Skema ini mengatur tentang sistem pembiayaan yang mana sebagian biaya kuliah akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Meskipun afirmasi, bagi kami ini sangat membantu kami masyarakat,” kata Geno.
Ia berharap program bantuan kuliah terus dilakukan pemerintah agar dapat membantu masyarakat kurang mampu.













