Dinas Pertanian Flores Timur Turunkan Petugas Cek Penyakit Pisang Berdarah

Menurutnya, penyakit darah pisang menyebar cepat ke tanaman lain. Salah satu penyebaran yang sedang terjadi, kata dia, karena aktivitas jual dan beli buah pisang oleh pengepul.

Larantuka, Ekorantt.com – Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur telah menurunkan petugas untuk mengidentifikasi ke kebun warga yang terdampak penyakit pisang berdarah.

Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Sebas Sina Kleden berkata, selain Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan penyuluh pertanian juga datang ke desa-desa lain yang berpotensi diserang penyakit pisang berdarah.

“Itu penyakit darah pisang. Kami segera turun lapangan untuk cek langsung, identifikasi. Saya kondisikan teman-teman,” ujar Sebas pada Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, penyakit darah pisang menyebar cepat ke tanaman lain. Salah satu penyebaran yang sedang terjadi, kata dia, karena aktivitas jual dan beli buah pisang oleh pengepul.

“Mereka bawa peralatan dan potong langsung tanaman milik petani kita. Di situ penyakitnya bisa menyebar,” kata Sebas.

Ia pun mengimbau petani agar segera melaporkan ke balai penyuluhan terdekat jika menemukan gejala penyakit darah pisang.

Warga Desa Nawokote, Gerardus Gerard Wolor menyebut rata-rata tanaman pisang di desanya diserang penyakit. Padahal, harga buah pisang cukup menjanjikan untuk menopang kebutuhan mereka selama di pengungsian erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Pisang menjadi harapan petani untuk bisa dapat uang saat kepala, kakao, dan kemiri tidak ada hasil,” ucapnya.

Sementara itu, Gabriel Goliat Werang (82), warga Dusun C, Desa Boru Kedang, berencana menebang habis pohon pisang di kebun dan pekarangan rumah. Ia takut penyakit menular ke tanaman sesama petani.

“Hampir semua petani mengalami hal yang sama, pisang kena penyakit,” tuturnya.

Ia menunjukkan tiga tandan pisang gagal panen. Gabriel lalu membelah satu sisir pisang. Isinya terlihat berair berwarna kuning. Ada pula yang buah besar namun isi di dalamnya kerdil.

Ia mengaku tanaman pisang yang tumbuh di pinggir padi ladang tak sehat. Pucuk daunnya layu.

Sebelum terserang penyakit, Gabriel memanen lebih dari 10 tandan. Selain untuk konsumsi di rumah, harga buah pisang Rp50.000 sampai Rp70.000 per tandan laku terjual di pasar dan pengepul.

“Sekarang satu tandan untuk makan juga tidak bisa lagi. Mau makan juga takut, barangkali ini tidak baik untuk kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Paul Kabelen

TERKINI
BACA JUGA