Kondisi Memprihatinkan, Pasar Malanuza Mesti Diperhatikan

Bajawa, Ekorantt.com – Pasar Malanuza merupakan salah satu pasar mingguan di Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, pasar tersebut membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada.

Hal ini dikarenakan kondisi pasar ini memprihatinkan. Banyak sampah yang masih menghiasi area pasar. Tak hanya itu, infrastruktur jalan juga tak pernah diaspal.

Pantauan media ini pada Kamis sore (6/6/2019), jalan yang berupa tanah masih terlihat berlumpur. Ada pula sampah plastik dan jenis sampah lainnya yang ada di badan jalan.

Terlihat sampah juga menumpuk di area depan pasar.

iklan

Tumpukan sampah serupa juga terlihat di sekitar lapak-lapak penjual di dalam pasar. Sampah juga berserakan di jalan di antara lapak penjual.

Sampah yang menumpuk seperti sudah dibiarkan begitu saja dalam jangka waktu lama.

Karena persoalan kebersihan pasar mingguan itu yang tak kian tuntas, pemerintah desa setempat pun angkat bicara dalam menanggapi persoalan ini.

Antonius Wadja, Kepala Desa Malanuza, Kepada media ini, Kamis (10/6/2019) mengatakan, kebersihan pasar Malanuza dari prasarana transportasi  itu merupakan wewenang Pemda Ngada melalui dinas terkait.

Menurutnya, persoalan kebersihan pasar merupakan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ngada.

Selama ini, memang sudah ada petugas kebersihan yang ditetapkan oleh dinas, tetapi kerja mereka belum optimal.

“Hal lain yang perlu saya sampaikan karena belum ada pembebasan tempat penampungan dan belum ada amrol sampah atau roda tiga pengangkut sampah. Maka, selama ini, sampah ditumpuk begitu saja di pinggir-pinggir pasar. Apalagi musim hujan seperti ini tidak memungkinkan untuk di bakar,” ujar Kades Malanuza itu yang kerap disapa Tony itu.

Antonius Wadja menjelaskan, persoalan parkir itu merupakan urusan Dinas Perhubungan, sedangkan jalan menjadi urusan Kimpraswil.

Ia mengaku, sebagai kepala desa, ia sudah beberapa kali ikut pertemuan bersama pejabat Sekda untuk membicarakan persoalan itu.

“Harapan saya, mudah-mudahan yang sudah dibicarakan ini bisa cepat terealisasi agar bisa menjawabi persolan yang dihadapi selama ini,” katanya.

Antonius mengaku bahwa pemerintah desa juga sudah mengajukan permohonan kepada Bupati Ngada untuk melimpahkan kepercayaan ke pemerintah desa untuk mengelola pasar tersebut.

“Saya sudah ajukan permohonan tertulis kepada Bapa Bupati, kalau berkenan bisa limpahkan kepercayaan ke pemerintah desa untuk mengatur kebersihan dan retribusi yang berhubungan dengan pasar,” pungkasnya. (Adeputra Moses)

TERKINI
BACA JUGA