Albert Gerson Unfinit alias Black Finit sedang membaringkan diri di bagian tengah rumahnya.

Yogyakarta, Ekorantt.com – Jenuh dengan ruang atau galeri kesenian formal, seniman sekaligus musisi Albert Gerson Unfinit mendesain interior rumahnya di bilangan Jalan Taman Siswa, MG 2 1274 B, Yogyakarta, sebagai laboratorium pameran karya seni.

Beberapa karya lukis dia terpasang di tembok dan langit-langit rumah. Memberi corak bahwa tempat itu memang tak sekadar locus tinggal, tapi juga jadi medan ekspresi berkesenian yang dimunculkan, dipikirkan.

Ketika disambangi EKORA NTT, Selasa (6/8/19) malam, sosok yang santer dengan nama panggung Black Finit itu mengatakan bahwa pemilihan ataupun keputusan yang dibuatnya itu sebetulnya bagian dari laku berkesenian kontemporer yang mana setiap orang bisa mewujudkan idenya masing-masing. Tanpa harus ikut arus dalam praktik-praktik yang sudah mapan.

“Kita tidak perlu harus jadi seperti ini atau itu. Kita bisa bikin style kita sendiri. Kalau mau ke galeri besar, kita harus punya akses atau mungkin butuh modal. Jadi, ya, manfaatkan saja sumber daya yang ada,” tutur sosok berdarah Maumere, Flores, NTT ini.

Salah satu kamar instalasi kesenian Black Finit

Black pun tak tanggung-tanggung. Instalasi keseniannya juga memanfaatkan perkakas-perkakas sederhana yang sering dijumpai dalam hidup keseharian. Seperti bambu, papan kayu, kertas, dan rongsokan barang rumah tangga lainnya. Menurut dia, segala sesuatu dapat diubah jadi karya seni.

“Yang sederhana bukan berarti tidak ada guna to?”

Bahkan, amatan EKORA NTT, ruang-ruang di rumahnya juga dia sulap ke dalam model seni. Wastafel dilukis, tembok diukir, ruang tamu dibikin jadi taman pajang kecil, termasuk kamar tidur yang kena dekorasi eksentrik.

Akan tetapi, dia tak pernah kaku dalam penataan-penataan itu. Apabila ada hal yang berikan efek tak nyaman, dia pasti mengubahnya lagi. Seolah-olah menunjukkan bahwa seni senantiasa bergerak dan mencari bentuk.

“Sejak beberapa tahun terakhir, saya sudah mulai tata ini. Saya pakai lukisan sendiri, karya sendiri. Mulai beberapa bulan terakhir, ini baru saya buka untuk publik. Semua orang boleh datang ke sini untuk lihat. Kecuali memang kalau saya lagi ada halangan atau ada tamu,” ujarnya menutup perbincangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here