Gedung gereja di Paroki Santo Antonius Padua Kefamenanu. Foto: SANTOS/EKORANTT

Kefamenanu, Ekorantt.com – Bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Gereja Katolik Santo Antonius Padua telah menjadi salah satu ikon pariwisata.

Pasalnya, gedung gereja yang terbuat dari bebatuan alam di TTU tersebut terlihat sangat eksotis.

Gereja ini terletak di Jalan El Tari, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Paroki Santu Antonius Padua Sasi, yang berada di Keuskupan Atambua ini, dilayani oleh para Pastor dari Ordo Saudara Dina Conventual (OFM.Conv).

Uniknya, sejarah pembangunan gedung gereja Santo Antonius Padua tidak terlepas dari nama besar Alessandro del Piero, legenda hidup klub sepak bola Juventus dan mantan pemain Tim Nasional Italia.

Rupanya Del Piero dan Gereja Katolik Santo Antonius Padua punya hubungan yang tak banyak diketahui orang.

Del Piero adalah salah satu donatur yang menyumbang dana pembangunan gereja.

Pada tahun 2016, Del Piero mengunjungi gereja ini secara langsung.

Sebagai bukti keterlibatannya dalam pembangunan gedung gereja, ia membubuhkan tanda tangan pada sebuah lonceng di gereja.

Del Piero sendiri merupakan keponakan dari Pastor Antonio Razzoli.

Pastor Antonio adalah pastor paroki pertama sekaligus perintis Gereja Santu Antonius Padua.

Tidak heran jika kemudian Del Piero terlibat membangun rumah ibadah bagi warga yang beragama Katolik di Kota Kefamenanu.

Model bangunan gereja Santo Antonius tidak sama seperti model gereja pada umumnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desain gereja cukup unik dengan bangunan berbentuk setengah lingkaran.

Namun, Anda akan dengan cepat menyadarinya sebagai sebuah gereja jika melihat tanda salib besar di atap dan beberapa salib lagi di depan gereja.

Gedung gereja setinggi 7 meter ini terbuat dari bebatuan alam yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Anda bisa lihat batu alam ini dari struktur dinding dan jalan setapak menuju ke pintu utama.

Kayu berkualitas terbaik juga digunakan sebagai material bangunan ini.

Begitu tiba di dalam gereja, Anda akan melihat jejeran kursi kayu yang ditata melingkar dengan pusat di bagian depan.

Dindingnya dihiasi dengan kain tenun berwarna-warni yang memberikan suasana khas Timor.

Kain-kain tenun yang indah itu juga turut membaluti tiang dan dinding.

Pembangunan Gereja Santu Antonius Padua dilakukan oleh Pastor Antonio Razzoli OFM.Conv dan umat Allah setempat selama 3 tahun sejak tahun 2003.

Pastor Anton Razzoli, OFM.Conv sendiri merupakan seorang arsitek.

Dalam membangun gereja tersebut, ia ditemani oleh Pastor Laurentius Sihaloho, OFM.Conv dari Medan.

Gereja ini diberkati pada tanggal 16 Juni 2006 oleh Uskup Keuskupan Atambua Kala itu, Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD.

Salah seorang umat yang adalah Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Antonius Padua Meo Mikhael saat ditemui wartawan, Jumat, (6/9/2019) mengungkapkan, gereja dibangun dengan sangat hati-hati. Pasir dan kerikil dipilih dan dicuci.

Pembangunan fondasi dan tembok gereja diserahkan pada masing-masing kelompok umat.

“Pokoknya, dari fondasi sampai atap, semua umat terlibat langsung. Kami kerja dari pagi pukul 08.00 WITA sampai pukul 17.00 WITA,” ujarnya.

Batu alam diambil dari daerah Neonbat, Suspini, dan Muiklin.

Batu diukur, dipotong, dan dipahat hingga berbentuk batu bata sesuai permintaan tukang di bawah arahan arsitek Pastor Antonio.

“Kalau batu ukuran salah atau tembok miring, harus bongkar. Campuran tidak bagus, maka dibongkar. Harus rapi,” kata Meo Mikhael mengenang kembali proses pembangunan gereja ini.

Lebih lanjut, Meo Mikhael menjelaskan, Pastor Antonio juga teliti memilih kayu untuk plafon serta bangku untuk tempat duduk umat.

Kayu yang digunakan harus berkualitas nomor satu.

Menurut dia, Gereja Santu Antonius Padua mempunyai ruangan bawah tanah dengan kedalaman bervariasi.

“Ada yang 4 meter, 10 meter, hingga 12 meter,” jelasnya.

Pastor Paroki Antonius Padua Sasi Pater Titus Khian Lomngardi, OFM.Conv mengatakan, Gereja Santu Antonius Padua Sasi diberkati pada tanggal 16 Juni 2006, bertepatan dengan hari Santu Antonius Padua sebagai pelindung paroki ini.

“Daerah pelayanan Gereja Sasi meliputi Kelurahan Sasi, Maubeli, Oelami, lingkungan se-Kecamatan Kota Kefamenanu hingga Kecamatan Bikomi Selatan seperti BTN, Tublopo, dan Bele. Wilayah pelayanan meliputi 32 lingkungan,” ujarnya. (Santos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here