Pemda Matim Gelar Kegiatan Sosialisasi Perluasan KIAT Guru

Borong, Ekorantt.com – Tim koordinasi Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Tim Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru) TNP2K mengadakan sosialisasi tingkat kabupaten tentang program KIAT Guru, kategori perluasan.

Kegiatan sosialisasi KIAT guru ini berlangsung pada Kamis, (19/09/2019) di ruang rapat lantai dua kantor Bupati Matim dan dibuka secara resmi oleh Bupati Matim Agas Andreas, SH, M.Hum.

Sosialisasi tersebut dilakukan bagi tiga belas perwakilan desa atau sekolah. Perwakilan dari masing-masing desa atau sekolah terdiri atas Kepala Desa, Kepala Sekolah dan Dewan Komite Sekolah.

Untuk diketahui, sebelumnya program KIAT Guru kategori pemantapan telah dilakukan dalam kegiatan sosialisasi tingkat kabupaten pada bulan Juni 2019, untuk dua puluh lima SD.

Dalam sambutannya Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH, M.Hum mengatakan, program KIAT Guru didesain untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar guru.

iklan

Mutu guru terlihat dari prestasi belajar anak didik berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan indikator-indikator lain yang berhubungan dengan pendidikan karakter anak didik.

Selain itu, kinerja guru juga dinilai dari indikator-indikator yang sederhana dan objektif, seperti tingkat kehadiran dan kualitas layanannya di sekolah.

Program KIAT Guru mengaitkan kehadiran guru di sekolah dengan tunjangan daerah terpencil. Nilai jumlah kehadiran guru inilah yang akan menjadi dasar pembayaran tunjangan bagi guru yang memiliki NUPTK. Kehadiran guru akan direkam dengan kiat kamera setiap pagi saat masuk sekolah dan siang saat pulang sekolah, sehingga nilai kehadiran guru akan objektif.

“Indikator-indikator tersebut menjadi dasar pemberian tunjangan khusus guru. Di Kabupaten Manggarai Timur, Program KIAT Guru sudah ada sejak akhir 2016 pada 25 Sekolah Dasar Rintisan di lima kecamatan di antaranya Kecamatan Elar, Sambi Rampas, Lamba Leda, Rana Mese dan Kota Komba. Hingga awal 2019, Program KIAT Guru di Kabupaten Manggarai Timur disebut tahap rintisan”, jelasnya.

Menurut Bupati Agas, untuk mencapai tujuan tersebut, Program KIAT Guru mengakomodasi keterlibatan semua pihak, tidak hanya guru, tetapi juga orang tua, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah kecamatan dan kabupaten, dan semua orang yang punya perhatian terhadap pendidikan.

“Semua pihak dilibatkan dalam program KIAT Guru ini karena salah satu prinsip kerja program KIAT Guru ialah gotong royong supaya tujuan program ini tercapai, di antaranya meningkatnya mutu pendidikan dasar kita, demi kepentingan terbaik anak-anak kita, di bidang pendidikan”.

Menurut Bupati Agas, pada pertengahan 2019, Program KIAT Guru di Matim meningkat predikatnya menjadi tahap pemantapan untuk dua puluh lima SD rintisan di lima kecamatan. Karena program KIAT Guru ini terbukti efektif meningkatkan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur memperluas pelaksanaan program KIAT Guru di dua puluh lima SD lainnya di delapan kecamatan yakni Kecamatan Elar, Sambi Rampas, Lamba Leda, Rana Mese, Kota Komba, Elar Selatan, Borong dan Poco Ranaka Timur, sehingga total sekolah dasar yang diintervensi KIAT Guru menjadi 50 SD.

“Kami mendengar laporan dari Bank Dunia dan hasil kunjungan lapangan Tim Koordinasi bahwa telah terjadi perubahan di sekolah-sekolah KIAT Guru.

Pertama, Desa melalui Kepala Desa, telah mengalokasikan anggaran untuk dukungan operasional Kader dan Kelompok Pengguna Layanan (KPL). Tahun ini alokasi untuk Sekolah Pemantapan sebesar 30 juta dan Sekolah Perluasan sebesar 14 juta.

Kedua, pemerintah desa berperan aktif dalam pertemuan rutin bulanan dan mengesahkan nilai layanan guru dan kepala sekolah.

Ketiga, keterlibatan masyarakat meningkat karena orang tua juga memiliki janji layanan untuk memajukan pendidikan anak. 

Keempat, perubahan di sekolah, yaitu guru semakin rajin masuk dan mengajar.

Kelima,  guru menggunakan metode belajar yang kreatif dan menyenangkan, melibatkan orang tua siswa dalam kegiatan di sekolah, menambah materi muatan lokal untuk pendidikan karakter dan lain sebagainya. Dampaknya adalah meningkatnya hasil belajar murid.

Keenam, camat dan sekretaris kecamatan menghadiri pertemuan bulanan di desa, memberi asistensi penyusunan APBDes dan verifikasi apakah sudah ada alokasi untuk KIAT Guru sesuai instruksi Bupati, dan mendampingi saat ada kunjungan Tim KIAT Guru dan Bank Dunia ke desa.

Ketujuh, di tingkat kabupaten, koordinasi lintas perangkat daerah semakin membaik. Apalagi setelah ada Program Sekolah Bahagia, Stunting, dan Kabupaten Ramah Anak di mana hampir semua Perangkat daerah terlibat di dalamnya”, terang Bupati Agas.

Bupati Agas  menjelaskan, pemerintah daerah menyiapkan fasilitator masyarakat daerah untuk perluasan dan pengembangan yaitu lima orang dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Dinas P dan K, dan dari DPMD. Ada juga pengawas sekolah untuk memfasilitasi sekolah perluasan mandiri dan dilakukan berbagai pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas Kader, KPL dan Komite.

Bupati Agas berulang kali menegaskan, yang perlu selalu diingat ialah bahwa semua upaya dalam mensukseskan pelaksanaan program KIAT Guru ini mesti bermuara pada meningkatnya mutu pendidikan dasar, demi masa depan cerah para peserta didik.

Pada kesempatan sosialisasi itu, Bupati Agas langsung menandatangani komitmen bersama menyukseskan pelaksanaan kegiatan perluasan program KIAT guru di Kabupaten Manggarai Timur.

Terpantau, turut hadir dalam kegiatan itu yakni, Kadis P & K Matim Drs. Basilius Teto, Koordinator Advokasi Daerah Rustanty Dewi, Tim Pengawas Pendidikan, Kepala Desa, Para Camat, Kepala Sekolah dan guru-guru SD.

Mulia Donan

TERKINI
BACA JUGA