Lembata, Ekorantt.com – Momentum ulang tahun yang ke-20 Kabupaten Lembata semestinya menjadi peristiwa menggembirakan bagi seluruh masyarakat kabupaten Lembata.  Sudah 20 tahun sejak berpisah dari kabupaten induk Flores Timur kebutuhan utama masyarakat terutama listrik di kecamatan Atadei belum terpenuhi.

Petrus Bala Wukak salah satu anghota DPRD Kabupeten Lembata Dapil IV dalam konferensi pers usai apel mengeluhkan soal sarana listrik yang belum terpenuhi.

 “Jaringan  listrik di Lembata banyak yang mangkrak, ada yang cuma tiang-tiangnya saja. Di beberapa titik jaringan sudah dipasang, uang sudah dikasih, tanaman komoditi sudah ditebang untuk kepentingan listrik bagi masyarakat. Kecamatan Atadei menjadi kecamatan yang  sampai saat ini belum menyala. Jaringan sudah masuk ke 15 desa di kecamatan itu. Namun ada beberapa desa yang belum diisntalasi jaringannya.” Demikian tutur Bala Wukak.

Bala Wukak lebih jauh menjelaskan bahwa dirinya sudah membangun komunikasi dengan Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada saat kunjungannya ke Lembata terkait kebutuhan listrik warga yang belum terpenuhi pada Jumat 11 Oktober 2019.

“Jangan sampai ada upaya untuk menindas masyarakat. Dari PLN diminta untuk blacklist rekanan yang tidak konsisten dengan apa yang sudah disepakati. Pemerintah pusat punya keseriusan dalam menangani masalah kelistrikan di kabupaten lembata. PLN harus menjelaskan kepada publik secara transparan mengapa sampai saat ini listrik belum menyala. 

Selama ini masyarakat masih menggunakan penerangan seadanya seperti generator, diesel, lampu sehen bahkan masih ada yang menggunakan pelita seperti yang dialami oleh masyarakat di Atadei. Bagi saya masyarakat jangan dikorbankan hanya karena kepentingan pribadi atau golongan”. Demikian penjelasan Bala Wukak.

Ditanya soal kapan listrik di kecamatan Atadei bisa dinikmati oleh masyarakat Atadei, beliau menyatakan dengan tegas

“Dalam waktu satu atau dua hari lagi PLN harus merespon cepat masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Persoalan ini sangat kronis. Kepala PLN kalau tidak segera menyelesaikan persoalan ini harus dicopot”, tuturnya lebih jauh.

Gabriel Weka Ujan, warga masyarakat Atadei ketika dihubungi via ponsel mengeluhkan hal yang sama seperti penuturan Bala Wukak. “Kami masyarakat sudah mengumpulkan uang muka untuk mempercepat proses pemasangan dan instlasi jaringan agar kami bisa menikmati listrik. Jumlah uang yang sudah dikumpulkan bervariasi dari 500.000-1000.000 rupiah sesuai kemampuan masyarakat. Pengumpulan uang sudah kami lakukan dari dua tahun lalu, namun sampai saat ini listrik belum menyala saja ini.” Demikian keluhan dari Weka Ujan.

Martin Lamak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here