Selasa, 2 Juni 2020

Orang Muda di Ende Presentasikan Program Kewirausahaan Berkelanjutan

- Advertisement -

Ende, Ekorantt.com – 24 anak muda terpilih di Kabupaten Ende hadir mempresentasikan program kewirausahaan berkelanjutan yang telah mereka inisiasi.  Presentase program ini sekaligus memamerkan produk-produk kewirausahaan yang telah dihasilkan.

Produk-produk tersebut antara lain kopi organik, produk buah organik, coklat organik, sabun hasil limbah dari coklat organik, sorgum dan tenun.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2019 sekaligus menjadi kesempatan menyemarakkan hari Sumpah Pemuda. 24 anak muda ini berkomitmen mendeklarasikan sumpah baru untuk menjadi wirausaha yang berjalan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan berkelanjutan.

Irma Sitompul, pendiri dan koordinator kurikulum Lembaga E.thical yang fokus bekerja pada program pendidikan kewirausahaan berkelanjutan kepada Ekora NTT mengemukakan, selama proses pendampingan pihaknya melihat adakemajuan pola pikir yang pesat.

“Hal ini membuktikan bahwa akses informasi dan kesempatan sangat penting bagi teman-teman di daerah untuk bisa meningkatkan kapasitas diri mereka menjadi agen perubahan,” kata Irma.

Irma optimis dengan adanya 20 usaha baru dari 24 anak muda di Ende ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memberikan inspirasi bagi orang muda untuk memajukan daerahnya.

Irma lebih jauh menjelaskan, program kewirausahaan berkelanjutan bertujuan untuk menggali potensi-potensi orang muda di Kabupaten Ende agar berperan aktif mengatasi masalah ekonomi, sosial dan lingkungan di daerahnya secara terpadu dengan memanfaatkan potensi daerahnya.

Sementara itu, Ferdinandus Watu, sosok muda entrepreneur dari Kabupaten Ende yang telah menjalankan program kewirausahaan berbasis ekowisata mengemukakan peran orang muda dalam ekonomi berkelanjutan sangat penting.

Menurut owner Lepalio café ini, ada kebahagiaan tak terkira ketika terlibat langsung dalam kewirausahaan berkelanjutan.

“Dengan ekowisata yang kami kembangkan, salah satu contohnya adalah mengajak tamu atau wisatawan yang datang berkunjung menikmati hidup harian warga di kampong,” ujarnya.

Ia menceritakan, tamu diajak panen kacang lalu membuat produk selai kacang, panen cengkeh dan mengeksplorasi teh mint dengan daun mint dan cengkeh.

Ada lagi mengunjungi petak sawah, membersihkan pematang sampai meninjau bagaimana lombok organik bertumbuh. Jadi tamu atau wisatawan benar-benar bahagia dengan konsep yang ditawarkannya.

“Ada kedekatan yang istimewa. Ketika mereka datang, mereka itu tamu tapi ketika mereka pulang mereka sudah menjadi keluarga.Ya, bisa dibilang datang sebagai tamu pulang sebagai keluarga,” demikian cerita Ferdinandus.

TERKINI

Curi Motor Lalu Jual Lewat Facebook, Maling di Ruteng Diamankan Polisi

Ruteng, Ekorantt.com - Maling di Ruteng, Kabupaten Manggarai berhasil diamankan polisi setelah mengekspos foto sepeda motor hasil curian di grup facebook Jual Beli Barang Bekas Kota...

Ga’i Touk Temang, Mai Logu Liang e’i Wair Berung-Sikka

Maumere, Ekorantt.com - Raik norang ata bi'ang bing gai tota kobon touk temang, pati robak ene tama, mole ga'i busung beleng puli plea ata...

Dinkes Manggarai Kunjung ODGJ di Wilayah Puskesmas Dintor

Ruteng, Ekorantt.com - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di beberapa desa di wilayah Puskesmas Dintor, Kecamatan Satarmese Barat,...

9 Kasus Positif Covid-19 di Ende, 7 dari Kecamatan Nangapanda

Ende, Ekorantt.com – Tercatat ada penambahan 3 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Ende per Minggu 31 Mei 2020. Tambahan 3 kasus ini berasal dari...

BACA JUGA

2.630 Pelaku Perjalanan Melintas di Posko Weri Pateng Manggarai Sepekan Terakhir

Ruteng, Ekorantt.com - Sejak beroperasi 15 Mei 2020 lalu, posko pengawasan pelaku perjalanan di Weri Pateng, Desa Persiapan Redo, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai telah...

Transmisi Lokal Bertambah, Positif Covid-19 di NTT Tembus 97 Kasus

Kupang, Ekorantt.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT kembali merilis tambahan 5 kasus positif baru per Minggu 31 Mei 2020. Dua dari Kota...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

Alina M. S. Niut, Senang Jaga OTG di Tempat Karantina

Ruteng, Ekorantt.com - Wabah virus corona tidak hanya membuat kebanyakan orang takut dan cemas. Penyakit yang pertama muncul di Wuhan, China ini juga membikin...

Pelaksanaan Pilkada Serentak di NTT Masih Menunggu Keputusan KPU Pusat

Kupang, Ekorantt.com - Ketua Komisi Penyelengaraan Pemilu (KPU) NTT, Thomas Dohu mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk sembilan kabupaten di wilayah NTT...

Peduli Almamater, Alumni SPEKWA Bola 1992 Sumbang Masker

Maumere, Ekorantt.com - Ikatan alumni SPEKWA (SMP Katolik Watukrus) angkatan 1992 menyumbang 500 lembar masker untuk mencegah  penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah yang merupakan...

“Tidak Ada Lagi Kabupaten yang Berusaha Menutup Perbatasannya”

Ekorantt.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa batasan antar-kabupaten segera dibuka. Para bupati/walikota diminta untuk membongkar kembali portal di perbatasan wilayah masing-masing. Demikian...

Reaktif Rapid Test, Tiga Dokter RSD Aeramo Jalani Karantina Mandiri

Mbay, Ekorantt.com - Tiga dokter yang bertugas di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Direktur Rumah...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here