Jumat, 29 Mei 2020

Gedung Sekolah SD di Mabar Darurat, Lubang Menganga Ada Dimana-mana

- Advertisement -

Labuan Bajo, Ekorantt.com – Prihatin. Begitulah perasaan yang tersembul ketika menyaksikan kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bungku di Manggarai Barat.

Bagaimana tidak, kondisinya jauh dari imajinasi gedung sekolah yang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Gedung sekolah yang berada di Desa Mbakung, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat ini terkesan darurat.

Seng-seng pada atapnya berwarna coklat tua, pananda sudah karat. Konstruksi atapnya juga sudah tak ideal. Nampak ada titik landai di bagian tengah atap karena balok penyangga sudah ringkih.

Tidak hanya atapnya yang memprihatinkan, dinding sekolahnya juga bikin hati terenyuh. Dindingnya yang terbuat dari pelupuh bambu/bambu cincang (Lencar, dalam bahasa setempat) sudah berumur tua.

Karena umurnya yang sudah tua, membuat lubang di celah-celah potongan lencar semakin melebar dan membuatnya mudah terperosot ke bawah. Ada juga lencar yang sudah mulai lapuk dan menciptakan lubang yang menganga.

Beberapa papan (banggang) yang dipasang secara horizontal di bagian bawah dinding gedung sekolah juga koyak karena paku-paku penancapnya putus. Hal itu menyebabkan ‘ventilasi udara’ ada dimana-mana.  

Belum lagi penampakan bagian dalam gedung. Ruang kelas berlantaikan tanah dengan kursi-meja seadannya jika guru dan siswa menulis. Miris memang.

Kristiani L. Suet, salah seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut menjelaskan, di sekolah itu terdapat empat ruangan kelas dan tidak memiliki ruangan kantor. 

“Di sini terdapat empat ruangan kelas saja. Tidak ada ruangan kantornya,” ungkap Kristiani saat diwawancara media, Selasa (5/11/2019).

Dikatakannya pula, dalam satu ruangan, terdapat dua kelas yang bergabung. Mereka terpaksa menyekatnya menggunakan tripleks.

“Sedangkan dua ruangan lainya yaitu, kelas satu dan kelas tiga ditempatkan pada ruangan yang roboh,” tutur Kristiani.

Kristiani mengaku, dirinya merasa sangat sedih dengan kondisi sekolah yang tempat dirinya mengajar tersebut.

Karena kondisi demikian, ia berharap, agar berbagai pihak yang peduli dengan kondisi sekolah bisa memberikan perhatian.

“Terutama pada pemerintah daerah agar bisa memberikan fasilitas belajar yang memadai di sekolah kami. Sehingga anak-anak boleh menikmati kegiatan KBM dengan baik,” pungkasnya.

Adeputra Moses

TERKINI

Menengok Kiprah Dosen IKTL Waibalun Kala Pandemi Covid-19

Larantuka, Ekorantt.com - Covid-19 yang tengah mengancam peradaban manusia hingga ke pelosok-pelosok desa menggerakkan civitas akademika IKTL Waibalun untuk terjun ke masyarakat. Mereka memberikan...

Hingga Bulan Mei, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Jakarta, Ekorantt.com - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Sekolah Virtual, ‘New Normal’, dan Dilema Daerah Tertinggal

Oleh: Louis Jawa* “Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT...

BACA JUGA

Berdamai dengan Corona, Bupati Robi: Tetap Jaga Diri

Maumere, Ekorantt.com - Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan bupati/walikota se-NTT menyepakati kehidupan normal baru (new normal) di NTT dalam rapat virtual, Selasa (26/5/2020). (Baca juga:...

Mantan Kades Lela Harus Diproses Hukum

Maumere, Ekorantt.com – Tidak berhenti pada pencopotan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Marianus Gaharpung mendesak agar mantan Kepala Desa Lela, Frederich Frans Baba...

Menghirup Kebenaran Cerita di Tengah Badai

Oleh: Dr. Jonas KGD Gobang, S.Fil.,M.A* Bapa suci, Paus Fransiskus menulis pesan pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang ke-54. Pesan tersebut telah dirilis sejak 24...

Launching BLT DD, Bupati Djafar: Jangan Pakai untuk ‘Wuru Mana’

Ende, Ekorantt.com – Bupati Ende, H. Djafar H Achmad melaunching pembayaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 di Desa Nanganesa,...

Kisah Haru Haji Mubrin dan Dua Cucunya, Rayakan Idul Fitri di Stadion Marilonga Ende

Ende, Ekorantt.com – Perayaan Idul Fitri tahun ini di luar dugaan Haji Mubrin, warga asal Bima, NTB. Ia merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama...

Satgas Covid-19 Kawal Jalan Tikus di Perbatasan Flotim-Sikka

Larantuka, Ekorantt.com – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Wulanggitang mengawal ketat jalan tikus di perbatasan Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Camat...

Reaktif Rapid Test, Tiga Dokter RSD Aeramo Jalani Karantina Mandiri

Mbay, Ekorantt.com - Tiga dokter yang bertugas di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Direktur Rumah...

Sejarah Kegilaan di Ujung Pena E. P. da Gomez

Oleh: Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,M.A.* Michel Foucault menulis naskah disertasinya yang telah diedit menjadi sebuah buku saku berjudul Sejarah Kegilaan (Historie de la folie)....
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here