Komandan Kodim (Dandim) 1603 Sikka Letkol.Inf. Sugeng Prihatin memberikan materi pada Sosialisasi Empat Konsensus Bangsa kepada 75 peserta didik SMK St. Thomas Maumere, Selasa 19 November 2019

Maumere, Ekorantt.com – Komandan Kodim (Dandim) 1603 Sikka Letkol.Inf. Sugeng Prihatin meminta generasi muda untuk giat belajar dan menimba pengetahuan dengan serius. Berbekal pengetahuan yang mumpuni generasi muda bisa mengelola kekayaan alam Indonesia sehingga tidak diambil pihak asing.

Hal ini disampaikannya saat membawakan materi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Sosialisasi Empat Konsensus Bangsa kepada 75 peserta didik SMK St. Thomas Maumere, Selasa 19 November 2019.

“Indonesia sungguh kaya akan sumber daya alam tetapi masyarakatnya masih dililit kemiskinan bahkan menempati urutan ke 68. Generasi muda harus betul-betul mengelola sumber daya alam dan kekayaan lainnya sehingga bangsa Indonesia bisa keluar dari lingkaran kemiskinan,” tegas Letkol Sugeng.

Ia juga berharap generasi muda tidak lagi menambah deretan kemiskinan tetapi berusaha belajar, menciptakan lapangan kerja sehingga kelak hidup sejahtera.

“Layaknya hidup seseorang tidak tergantung orang lain tapi tekad dan kemauan diri sendiri dan militan dalam menghadapi persoalan yang menghadang,” kata Letkol Sugeng.

Bijak Bermedsos

Sementara Kasat Binmas Polres Sikka Iptu Sipri Sedan meminta para peserta didik untuk bijaksana menggunakan bermedia sosial.

“Bijak menggunakan media sosial. Karena perkembangan teknologi sekarang menciptakan mentalitas baru dan dijajah oleh medsos sehingga berpengaruh pada perilaku generasi muda,” ungkap Iptu Sipri.

Iptu Sipri memuji peserta didik SMK St. Thomas karena jarang terlibat dalam tawuran atau kasus lainnya.

“Terima kasih kepada pimpinan sekolah dan para guru yang telah membantu Polres Sikka menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” ungkap Iptu Sipri.

Sementara Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sikka Sixtus Viator di hadapan pesera menjelaskan, pancasila tidak lahir dalam keadaan mendadak. Pancasila lahir dari permenungan yang mendalam dan bisikan kalbu dari pendiri bangsa Indonesia.

Jadi, kata Sixtus, pancasila bukan hanya knowledge atau pengetahuan. Lebih dari itu, nilai-nilai Pancasila menjadi pemandu dan pembisik hati untuk selalu mengatakan Aku Indonesia. Aku Bhineka Tunggal Ika.

Untuk diketahui, sejak tahun 2013 hingga tahun 2019, sudah 21 sekolah di Kabupaten Sikka yang dikunjungi Kesbangpol Sikka untuk sosialisasi 4 pilar/ konsensus bangsa.

Yuven Fernandez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here