Senin, 25 Mei 2020

Penutupan Festival Musik Kampung, Bupati Robi: Ajang Menggali Bakat Anak Muda Sikka

- Advertisement -

Maumere, Ekorantt.com – Festival musik kampung kreasi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka dan Ikatan Alumni SMPK Frater Maumere Angkatan 1988 resmi ditutup, Sabtu (21/12/19). Festival itu mengusung tema “Manusia 1 Sikka.”

Acara yang berlangsung selama dua hari di Aula Rumah Jabatan Bupati Sikka tersebut diikuti 17 grup musik kampung di Kabupaten Sikka. Selain itu, acara ini menampilkan para penyanyi solo vokal sebanyak 10 orang.

Acara penutupan dihadiri Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Idong atau yang akrab disapa Robi Idong, Ketua Panitia Festival Musik Kampung Fransiskus Xaverius Lameng, Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Sikka Sentus Botha, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Robi Idong menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat  menyelenggarakan acara festival musik kampung ini. Menurut dia, acara ini menjadi ajang menggali potensi dan bakat anak muda dan pelajar di Kabupaten Sikka.

“Saya berharap, festival ini terus dilakukan dengan potensi yang lebih baik dengan skala yang lebih besar lagi. Dan akan dilakukan setiap tahun,” kata Robi.

Robi mendorong anak muda di Sikka terus melestarikan dan menggali kreativitas musik kampung sehingga suatu saat musik kampung bisa bersaing dan sejajar dengan musik-musik lainnya yang telah mendunia.

Pada kesempatan itu juga diumumkan grup musik kampung dan penyanyi solo vokal pemenang dalam festival tersebut.

Adapun tim juri dalam festival ini Nyong Franco, M. Arnoldus, dan dan Yos Lasar.

Juara pertama grup musik kampung diraih grup musik kampung dengan nomor undian 13, juara kedua diraih grup musik kampung dengan nomor undian 9, dan juara ketiga diraih grup musik kampung dengan nomor undian 7.

Juara pertama solo vokal diraih peserta dengan nomor undian 9, juara kedua diraih peserta dengan nomor undian 7, dan juara ketiga diraih peserta dengan nomor undian 4.

Para pemenang grup musik kampung kreasi dan pemenang lomba solo vokal mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, sertifikat, dan piala tetap. Peserta grup musik kampung dan solo vokal yang tidak mendapatkan juara memperoleh sertifikat.

Pantauan Ekora NTT, acara ditutup dengan penampilan grup musik kampung Monte Carmelo Orkestra, grup musik kampung Leis Plan, dan grup musik kampung lainnya.

TERKINI

Tindakan Penutupan Jalan di Hikong Melawan Hukum

Maumere, Ekorantt.com - Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya, Marianus Gaharpung mengatakan, tindakan sepihak penutupan jalan umum yang dilakukan oleh Kepala Desa Hikong merupakan tindakan...

Heboh Aksi Penutupan Jalan Negara Berujung Maut, Ini Penjelasan Kades Hikong

Maumere, Ekorantt.com – Aksi penutupan jalan negara Maumere-Larantuka, tepatnya di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka bikin heboh. Ekora NTT berkesempatan mewawancarai Kepala Desa (Kades)...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Akses Pasar Terbatas, Desa Detusoko Barat Kembangkan Inovasi ‘Dapur Kita’

Ende, Ekorantt.com - Ferdinandus Nando Watu, penggagas konsep ekowisata di Kabupaten Ende yang kini menjabat sebagai kepala desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende...

BACA JUGA

14 Mahasiswa di Desa Tilang Jadi Relawan Covid-19

Maumere Ekorantt.com - Sebanyak 14 orang mahasiswa asal Dusun Tilang dan Dusun Ribang Desa Tilang-Kabupaten Sikka menjadi relawan Covid-19. Mereka merupakan mahasiswa yang berkuliah...

Hidup Berpindah-pindah, Lukas Lodan Sekeluarga Menumpang Gubuk Reyot di Urunpigang

Maumere, Ekorantt.com - Nahas memang nasib yang dialami oleh Lukas Lodan dan Marta Pewa. Pasangan suami istri dengan empat anak ini harus tinggal berpindah-pindah...

Mantan Kades Lela Harus Diproses Hukum

Maumere, Ekorantt.com – Tidak berhenti pada pencopotan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Marianus Gaharpung mendesak agar mantan Kepala Desa Lela, Frederich Frans Baba...

Covid-19 dan Air Mata yang Berderai (Refleksi Pengalaman Meliput Covid-19)

Oleh: Yuven Fernandez* Kamis 14 Mei 2020, bumi Nyiur Melambai Maumere Manis e perih disengat mentari. Angin mendadak kencang, membuat dahan-dahan angsana/sono kembang (Pterocarpus indicus)...

Ketika Orang Lain Masih Berbisik… (Mengenang EP da Gomez)

Oleh: Dion Db Putra “Dion, coba kau baca dulu yang saya tulis itu kah. Menurut saya perlu segera dimuat karena masalahnya sedang aktual”. Itu katanya suatu...

Keluarga PDP yang Meninggal di Manggarai: Jasad Kami Hidup Tapi Jiwa Kami Sudah Mati

Ruteng, Ekorantt.com - Keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah meninggal dunia kini menyurati Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai. Diketahui, sang pasien merupakan...

Pemkab Nagekeo Pesan 1.800 Unit Alat Rapid Test

Mbay, Ekorantt.com - Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 memesan 1.800 unit alat rapid test. Juru Bicara Tim Gugus Tugas...

E.P. Da Gomez: Politisi, Pemikir dan Pejuang Demokrasi (Sebuah Obituari)

Oleh: Andreas Hugo Pareira* Sekitar setahun yang lalu diawal bulan Mei 2019, setelah selesai Pileg-Pilpres, sebelum kembali ke Jakarta, saya sempat berkunjung ke rumah E.P....
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here