Pose bersama pada penutupan kegiatan workshop literasi bagi para Guru dan siswa di Ende, Sabtu 22 Februari 2020 (Foto: Ansel Kaise)

Ende, Ekorantt.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende menggelar workshop literasi bagi peserta didik dan utusan guru dari berbagai sekolah di Kota Ende selama tiga hari (20-22 Februari 2020).

Menggandeng Media Cakrawala Pendidikan NTT, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dan murid. Selain itu, workshop literasi akan menyebarkan minat baca kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan workshop dikemas dalam bentuk penyajian teori dan praktek lapangan. Khusus untuk para guru, mereka mendapatkan pelatihan tentang metode penulisan karya ilmiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Matildis Mensy Tiwe mengatakan, gerakan literasi terus digalakkan oleh pemerintah pusat. Tentu saja, Pemkab Ende menyambutnya dengan baik.

Untuk itu, ujar Kadis Mensy, para guru didorong untuk berinovasi dan peka pada konsep literasi. Sudah saatnya gerakan literasi dimulai dari para guru sebagai inspirator anak didik.

“Bagaimana mungkin siswa bisa efektif berliterasi kalau guru tidak tergerak dalam literasi. Mesti dimulai. Jangan ada lagi mau naik pangkat, karya ilmiah orang lain yang buat. Kita akan lakukan terus lakukan pelatihan ini agar bisa mengakses semua guru di Kabupaten Ende,” ujar Kadis Mensy.

Pemimpin Umum Media Cakrawala Pendidikan NTT Gusti Rikarno mengakui bahwa generasi emas NTT tahun 2050 harus dipersiapkan sekarang.

Literasi menjadi salah satu jalan menuju ke sana. Karena itu, kapasitas menulis guru dan siswa harus ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Ende, Vinsen Sangu mengatakan, geliat gerakan literasi harus menjadi penyemangat khususnya bagi para pendidik.

Menurutnya, sekolah merupakan wadah pendidikan utama dan terdepan dalam pengembangan kecerdasan literasi masyarakat.

“Literasi tidak hanya bicara soal baca dan tulis dan membahas pelajaran bahasa Indonesia. Jauh daripada itu, literasi merupakan kemampuan individu dalam berpikir dan mengaplikasikan konsep dan perspektif sains dalam berbagai peristiwa,” jelas Vinsen.

“DPRD secara kelembagaan akan mendukung kerja pemerintah terutama peningkatan kapasitas guru dan siswa,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here