Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, AHP: Kekuasaan Itu Harus Direbut

Maumere, Ekorantt.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sikka menyelenggarakan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Aula Kantor DPC-PDIP Maumere, Sabtu (17/10/2020).

Acara musyawarah anak cabang dibuka oleh Ketua DPD I PDIP NTT, Emi Nomleni, dihadiri Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira dan ratusan Pengurus Anak Cabang (PAC) utusan dari setiap kecamatan se-Kabupaten Sikka.

Dalam sekapur sirihnya, Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira (AHP) menggarisbawahi pentingnya untuk memaknai Musancab sebagai konsolidasi partai. Tidak hanya itu, kebiasaan ini harus menjadi ajang pembaharuan untuk memulai sesuatu yang baru.

“Agenda ini kita lakukan setiap lima tahun. Ini agenda yang biasa tapi  harus jadi ajang pembaruan partai untuk memulai sesuatu yang baru,” kata AHP.

Baginya, konsolidasi partai hanya alat. Tujuan partai bekerja adalah meraih kekuasaan, merebut kekuasaan.

iklan

“Kekuasaan tidak bisa kita tunggu. Nanti orang kasih, tidak ada. Kekuasaan itu harus direbut,” kata AHP dengan tegas.

Lalu setelah kekusaan itu direbut, tanya AHP, apa yang dilakukan dengan kekuasaan tersebut? Nah, ini yang dimaksudkan dengan kerja politik partai. Kerja politik partai adalah kerja yang berguna untuk rakyat.

“Kekuasaan yang kita peroleh dari rakyat, kita harus kembalikan kepada rakyat. Buatlah sesuatu yang konkret untuk rakyat. Rencanakan sesuatu yang konkret untuk rakyat. Dan yang terpenting adalab libatkan struktur dan kader partai. Jangan biarkan mereka menjadi penonton,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTT, Emi Nomleni mengatakan bahwa PDI Perjuangan telah melewati proses yang panjang. Tidak hanya bicara konsolidasi, PDI Perjuangan bahkan sudah melangkah lebih jauh.

“Kita sekarang menjadi partai pelopor dengan lima mantap yang kita punya. Berarti kita sudah harus menjadi yang terdepan. Menjadi partai pelopor bukan saja kita omong-omong. Bukan sekadar kita bicara kita partai pelopor,” ujar Nomleni.

“Kalau hari ini kita masih ribut-ribut. Kalau hari ini kita bicara ini kelompok siapa, ini kelompok siapa. Hari ini kita masih bicara kita tidak ada guna di partai ini. Itu sudah jauh,” tambah Nomleni.

Setiap kader partai, kata Nomleni, harus memberi diri untuk partai dan berguna bagi rakyat.

“Kalau jadi pengurus PAC dan pengurus ranting bukan berarti dia di bawah. Justeru ujung tombak. Kita berpartai berarti berjuang apa yang diprogram oleh organisasi bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Senada dengan itu, dalam pidato politiknya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau yang akrab disapa Robi Idong mengatakan bahwa DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka terus berkonsolidasi ke pengurus partai di tingkat kecamatan hingga desa.

“Konsolidasi ini memang memakan waktu yang cukup lama. Dan sebelum Pandemi Covid 19, kami betul-betul beraksi pada Sabtu dan Minggu turun ke lapangan sampai tengah malam untuk konsolidasi pada setiap PAC,” ucapnya.

Menurut Robi, kepengurusan sekarang berniat dengan tulus untuk bersama-sama membesarkan partai.

Robi juga mengingatkan agar punya kebanggaan menjadi kader dan pengurus PDI Perjuangan. Terlebih harus menjadi kader yang baik.

“Bukan pergi ke kampung-kampung untuk menipu-nipu minta suara, itu bukan. Kita melayani. Soal ada kepercayaan dalam proses melayani, itu kemudian. Kita berpolitik tidak hanya dengan kata-kata saja tapi dengan berkarya,” tandasnya.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
TERKINI
BACA JUGA