SSpS Flores Bagian Timur Adakan Lokakarya untuk PMRK di Rumah Retret Susteran-Hokeng

Larantuka, Ekorantt.com – Kegiatan Lokakarya Spiritualitas St. Arnoldus Jansen Wilayah Timur dan Tengah terlaksana di Rumah Retret Susteran SSpS Hokeng dan Rumah Retret Sesabanu.

Sebanyak 154 peserta Persekutuan Misionaris Roh Kudus (PMRK) ikut mengambil bagian dalam lokakarya ini dan mereka datang dari berbagai latar belakang keluarga.

Lokakarya dengan tema “Mendalami Spiritualitas Trinitaris dalam Keluarga di Era Digital”, berlangsung pada Minggu (20/03/2022).

Ketika dihubungi Ekora NTT, Sr. Anyes Bukan, SSpS mengatakan bahwa tujuan dari lokakarya ini agar misionaris awam dapat menerapkan spiritualitas Allah Tritunggal di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

Anyes menerangkan, berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melahirkan banyak kemudahan yang diperoleh seperti informasi yang lancar, pengiriman surat atau barang secara muda dengan online, segala sesuatu bisa dikerjakan dari rumah.

iklan

Di sisi lain, lanjut Anyes, ada dampak negatif misalnya menggunakan media sosial secara tidak bertanggung jawab.

“Ada banyak orang mengumbar perasaan atau rahasia keluarga di media, meneror sesama lewat media dan tindakan kekerasan verbal maupun perilaku amoral yang terjadi,” kata biarawati asal Nobo ini.

Atas beberapa kasus ini, Anyes menambahkan,  SSpS membentuk PMRK dan mengadakan kegiatan untuk mendalami spiritualitas Trinitaris di tengah keluarga dan gereja agar semangat Cinta Allah bisa dialami oleh semua orang.

Sementara itu, Sr. Ines Surat Lanan, SSpS selaku Provinsial SSpS Flores Bagian Timur menceritakan, pada tanggal 13-31 Januari 2022 ketika mengikuti pertemuan Kapitel SSpS Sedunia di Roma, dijelaskan beberapa arah dasar kongregasi.

“Ada 6 arah dasar kongregasi yang menjadi kompas penunjuk jalan, ke arah mana kami harus melangkah dalam misi sesuai konteks kongregasi, provinsi, region, serta dunia yang terluka dan terpecah saat ini,” jelas Ines.

Lebih jauh, Ines mengatakan, dari 6 arah dasar itu, ada satu poin yang berkaitan langsung dengan mitra awam atau mitra misi kongregasi, dalam hal ini Persekutuan Misionaris Roh Kudus (PMRK).

“Dalam arah dasar tadi, kami juga berjanji untuk membuka hati dan telinga kaum awam untuk mendengarkan suara dan gerakan bagi yang mau menghayati spiritualitas dan karisma SSpS sebagai rekan dalam misi,” ungkapnya.

Ines juga mengajak semua keluarga untuk memupuk tinggi semangat sinodalitas dan solidaritas.

“Saya mengajak kita semua untuk menghidupi semangat sinodalitas, semangat solidaritas para leluhur kita dalam organisasi PMRK ini, agar kita semakin berkembang, baik dalam hal jumlah peserta maupun kualitas atau mutu organisasi ini, mutu para peserta dan program- program bagi misi SSpS dan Gereja pada umumnya,” ajaknya lebih jauh.

Dalam lokakarya ini, Sr. Domitila Kilok, SSpS selaku Koordinator PMRK mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini jelas menarik biarawan-biarawati supaya tak berjalan sendiri.

“Sebagai biarawan-biarawati kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mewartakan spritualitas Trinitaris yakni kasih Allah kepada semua orang,” katanya.

Ketika diminta komentar tentang pesan dan kesan para peserta, Maria Rasdiana dari Paroki Maria Imakulata Lela merasa bangga bergabung dalam PMRK.

“Saya bisa mengenal misionaris SVD dan SSpS. Hal yang dibuat ialah menanamkan iman dengan mengajak suami dan anak-anak untuk berdoa Angelus dan Rosario,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan Elisabet Kotan dan Elisabet Uran ketika ditanya mengenai manfaat dan harapan peserta.

“Kami merasa keluarga mendapat berkat melalui doa dan kegiatan rohani. Harapan agar organisasi ini terus berjalan dan bisa bergabung untuk menjalankan misi dalam kehidupan sehari-hari melalui kisah-kisah nyata,” ungkap Elisabet Uran.

“Semoga di abad ini, dengan didayai oleh semangat Trinitaris yang mempersatukan, kami awam juga siap mewartakan kasih Allah di tengah dunia,” tutup Elisabet Kotan.

TERKINI
BACA JUGA