Halalbihalal Idul Fitri dengan Umat Katolik, Camat Kewapante: Momentum Hindari Gesekan

Maumere, Ekorantt.com – Camat Kewapante bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tingkat Kecamatan Kewapante mengadakan Halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Kamis (5/5/22).

Halalbihalal ini dilakukan bersama Pengurus Masjid AL Mujahidin dan pihak Gereja Katolik Reinha Rosari-Kewapante di Halaman Masjid AL Mujahidin.

Dalam sambutannya, Camat Kewapante Alfons Naga mengajak seluruh pemangku agama agar terus menjalin erat silaturahmi antar umat beragama.

“Saya menyambut baik atas terselenggaranya Halalbihalal bersama FKUB ini. Tentu, semuanya ini akan berdampak positif bagi seluruh masyarakat Kewapante,” katanya.

Dijelaskan Alfons, Halalbihalal ini dapat dijadikan momentum untuk menghindari peristiwa gesekan di akar rumput yang berlatar belakang keyakinan dan melibatkan antar umat beragama.

iklan

“Kondisi demikian, harus senantiasa dijaga dan dipupuk demi terciptanya iklim yang kondusif,” ungkapnya.

Pose bersama saat Halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1443 H-(Foto: Mardat/Ekora NTT)

Imam Masjid Muhammad Ayub menerangkan, Halalbihalal FKUB ini merupakan kegiatan rutin yang digelar dengan tujuan memberikan ruang silaturahmi serta menciptakan kondisi yang aman dan tenteram bagi kerukunan umat beragama.

“Halalbihalal ini salah satu kegiatan rutin digelar pasca Idul Fitri atau hari raya umat Kristiani dan sudah digelar sejak tiga tahun silam untuk memberikan kenyamanan dan ketenteraman bagi warga di wilayah Kecamatan Kewapante,” pungkasnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Reinha Rosari Kewapante Pater Goris Nule, SVD mengatakan, momen tersebut adalah kali kedua dirinya berkumpul bersama umat Muslim.

“Ini kali kedua saya berkumpul bersama umat Muslim dan Kristiani dalam hal Halalbihalal, satu bentuk toleransi antar umat beragama,” ungkapnya.

“Untuk itu, sikap toleran harus dibangun dari diri kita dan dalam keluarga terlebih dahulu. Jika sudah berjalan dengan baik baru kemudian diimplementasikan ke lingkungan sekitar,” sambung Dosen di STFK Ledalero ini.

Ia juga mengajak umat Katolik untuk bergandengan tangan dengan umat agama mana pun agar bisa memberikan ketenteraman hidup bagi semua orang.

“Sikap toleransi ini penting yang mana ketika umat Kristiani merayakan hari raya Natal atau pun Paskah, kaum muda Muslim ikut terlibat ambil bagian dalam kegiatan tersebut; begitu pun sebaliknya, hari raya besar umat Islam, OMK Reinha Rosari terlibat langsung,” pungkasnya.

Elisabet Maria Dato

TERKINI
BACA JUGA