PKBM Mentari Nelle Adakan Ujian Keterampilan Membuat Aksesoris Natal

Maumere, Ekorantt.com – Teresia Liseux Ina Kleruk, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mentari, Desa Nelle Wutung, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka, mengatakan ujian keterampilan PKBM Mentari berfokus pada membuat aksesoris Natal.

Aksesoris Natal tersebut berupa pohon Natal, kandang Natal, dan boneka salju yang dibuat dari bahan-bahan bekas.

“Setelah ujian teori beberapa waktu lalu pada akhir November dilaksanakan ujian keterampilan fokus pada pembuatan aksesoris Natal yang dibuat dari bahan bekas,” kata Teresia pada Selasa (6/12/2022).

Bahan aksesoris Natal, kata Tres, terdiri dari botol bekas air mineral, gelas plastik air mineral, ujung bambu, dan kardus-kardus bekas.

“Kami berusaha memberi contoh kepada masyarakat umum bahwa memperingati hari Natal tidak harus menggunakan aksesoris Natal sintetis namun bisa juga memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita,” tegasnya.

iklan

Dikatakannya, penilaian pada ujian keterampilan bagi peserta didik yang dibagi dalam 4 kelompok tersebut berfokus pada kreativitas, kedisiplinan, dan kerja sama peserta didik di dalam kelompok.

Guru Prakarya PKBM Mentari Nelle, Yohana Fransiska Dua Lena kepada Ekora NTT mengungkapkan, salah satu kelompok yakni Kelompok Saviola membuat boneka salju dari sampah gelas plastik bekas air mineral yang didapat dari tempat hajatan.

“Gelas bekas air mineral yang sudah tidak lagi dipakai dan merupakan limbah yang setiap hari menjadi salah satu sampah yang dihasilkan setiap hajatan, peserta didik kumpulkan dan hasilkan karya seni,” ujar Yohana.

“Kami tanamkan dalam diri peserta didik belajar memanfaatkan sampah untuk menghasilkan karya kerajinan yang dapat memberikan nilai seni dan juga mencintai bumi dengan mengurangi sampah,” tambahnya lagi.

Yohana bilang, ujian keterampilan diikuti 50 peserta didik yang terdiri dari  paket A 5 orang, Paket B 15 orang, dan Paket C sebanyak 30 orang.

“Peserta didik PKBM dilatih keterampilannya agar ketika kembali ke dunia kerja mereka sudah punya kecakapan hidup membuat karya kerajinan dari bahan bekas yang bisa menghasilkan uang,” tutupnya.

TERKINI
BACA JUGA