BPOLBF Dukung Pengembangan Pariwisata di Ngada

Bajawa, Ekorantt.com – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus mendukung upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Ngada. Dengan melibatkan semua pihak, BPOPLBF terus mengupayakan pariwisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatima, saat pembukaan Wolobobo Ngada Festival pada Rabu, 28 Juni 2023, menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Kabupaten Ngada.

“Saat ini kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo cukup tinggi sehingga kita tengah melakukan promosi agar Ngada mendapat dampaknya,” kata Shana.

Menurutnya, Kabupaten Ngada cenderung identik dengan kampung adat. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi untuk mengangkat potensi wisata yang lain.

Tenun, misalnya, harus dilestarikan dan dijadikan aset wisata budaya yang berkelanjutan. BPOLBF sendiri memberi dukungan dengan mencari pasaran agar masuk dalam pameran kreativitas dunia.

iklan

“Tahun lalu kita melakukan standar tenun NTT di mana tenun dari Kabupaten Ngada menjadi salah satu yang diikutsertakan,” kata Shana.

Selain tenun, kata Shana, Kabupaten Ngada memiliki potensi kopi dan bambu. Kedua potensi ini punya peluang untuk dikenal sehingga memberikan manfaatkan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami juga membantu Pemda untuk mengelola event agar lebih profesional melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada kembali menyelenggarakan Wolobobo Ngada Festival secara kolaboratif bersama Kemenpar, BPOLBF, MPIG Kopi, YBL, dan komunitas.

Ini merupakan kedua kalinya perhelatan Wolobobo Ngada Festival digelar, setelah sukses dilaksanakan pertama tahun 2022 lalu.

Selama dua tahun berturut-turut Wolobobo Ngada Festival 2023 terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN). KEN sendiri adalah strategi kolaborasi Kemenparekraf bersama Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder pariwisata untuk menaikkan citra pariwisata Indonesia dan penggerak kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

KEN menyeleksi event berkualitas dari 34 provinsi di Indonesia. Untuk tahun 2023, Wolobobo Ngada Festival kembali mengusung tema Tenun, Kopi, dan Bambu. Tiga elemen tersebut menjadi identitas maupun pertegasan branding Kabupaten Ngada, mempertemukan potensi budaya dan alam daerah.

Sebagaimana diketahui kopi Arabika Bajawa Flores telah diakui sebagai salah satu kopi berkualitas terbaik secara nasional pun global dan telah memiliki Perlindungan Indikasi Geografis sejak Maret 2018 melalui Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Demikian pun bambu yang tumbuh subur di setiap pekarangan kampung dan ladang warga Ngada sudah bertahun-tahun diminati pasar arsitektur ramah lingkungan (eco friendly architectur), khususnya bambu Bheto yang kini kian tersohor.

Tenun Ngada yang khas dan berkarakter kuat turut mendapatkan tempat istimewa bagi kalangan pencinta wastra Nusantara.

Perhelatan Wolobobo Ngada Festival 2023 dimanfaatkan untuk menunjukkan hasil karya para penggiat tenun, kopi, dan bambu selain tentu saja potensi-potensi lain dari Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada, Andreas Paru berharap festival ini menghidupkan kreativitas kolektif masyarakat Ngada sebagai destinasi wisata yang berbasis pada Creative Heritage.

“Festival ini kita jadikan sebagai ruang inspirasi dan kreativitas masyarakat Ngada,” tandasnya.

Wolobobo Ngada Festival 2023 digelar selama tiga hari, 28-30 Juni 2023. Terdapat tiga lokus yang menjadi tempat event, yakni Taman Kartini, Kebun Raya Bukit Wolobobo, dan Kampus Bambu Turetogo, masing-masing dengan program-program yang menarik, termasuk pameran, workshop, sport tourism, serta konser musik dan hiburan. Festival ini diakomodir oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada berkolaborasi dengan institusi maupun komunitas-komunitas kreatif daerah.

TERKINI
BACA JUGA