Maumere, Ekorantt.com – Pengurus Kopdit Pintu Air mengingatkan seluruh jajaran manajemen untuk tidak jemu-jemu mengunjungi anggota yang tidak aktif.
Pendekatan humanis dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kembali komitmen anggota terhadap koperasi.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Robertus Belarminus, saat memberikan pengarahan kepada jajaran manajemen cabang dan staf dalam perayaan syukur Jumper (Jumat Pertama) di Aula Sumur Yakob, lantai tiga kantor pusat Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 1 Agustus 2025.
“Manajemen diminta supaya tidak putus asa, tetapi terus menerus mengunjungi anggota melalui pendekatan yang humanis,” ujar Robertus.
Menurutnya, salah satu dari tiga pilar utama koperasi adalah pendidikan. Karena itu, untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan koperasi secara sehat, pendidikan dan pendampingan anggota menjadi hal mutlak.
“Semua kita yang bekerja di lembaga ini hendaknya mempunyai sikap dasar rasa memiliki. Karena ketika kita punya sikap itu tentu kita beranggapan lembaga ini adalah kebun kita yang perlu dirawat terus menerus tanpa keluh kesah,” ucap Robertus.
Ia menambahkan, agar pendampingan kepada anggota berdampak pada perubahan perilaku dan sikap, maka setiap staf manajemen harus membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai.
Menurut Robertus, transfer pengetahuan merupakan wujud dari kecerdasan yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Seseorang yang mempunyai intelektual yang bagus kemudian terus membagi pengetahuannya kepada orang lain tentu ilmunya menjadi bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pembina Rohani Kopdit Pintu Air, Pater Paskalis Patus, O.Carm, turut menggarisbawahi pentingnya pendekatan personal dan terus menerus kepada anggota yang pasif.
“Menjadi jalan terbaik untuk mengaktifkan anggota yang selama ini pasif adalah dengan mengunjungi mereka secara terus menerus,” ujar Pater Paskalis.
Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut sebaiknya tidak hanya berupa penagihan administratif, melainkan juga mendengarkan keluhan anggota secara empatik.
“Hendaknya kita datang dan lebih banyak mendengarkan dan mencatat dalam hati kemudian dibawa dalam doa. Karena hanya melalui doa yang terus menerus suatu waktu orang itu akan berubah sebab doa kita dikabulkan,” kata Pater Paskalis.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Jumper kali ini bertepatan dengan 1 Agustus, bulan di mana bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan.
Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat bahwa seluruh insan Kopdit Pintu Air bertugas untuk membawa para anggota menuju pintu gerbang kemerdekaan secara ekonomi.
“Jalannya tentu melalui proses pelayanan terbaik serta pendampingan yang paripurna agar anggota menjadi semakin kuat dan sukses, karena itulah tanggung jawab kita,” ucap Pater Paskalis.