Maumere, Ekorantt.com – Pater Paskalis Patut, O.Carm mengajak pengelola Kopdit Pintu Air untuk bekerja dengan ketulusan hati dalam mengantar anggota menuju kemandirian secara finansial, terutama dalam meraih kemerdekaan ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikan Pater Paskalis saat memberikan pengantar dalam misa syukur Jumper (Jumat Pertama) di Aula Susur Yakop, lantai tiga Gedung Kantor Pusat Kopdit Pintu Air, Dusun Rotat, Desa Ladohaga, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat, 1 Agustus 2025.
Menurut Pastor Pembina Rohani Kopdit Pintu Air itu, pelaksanaan Jumper kali menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan tanggal 1 Agustus, bulan di mana bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan.
Segenap insan Kopdit Pintu Air, kata dia, harus diajarkan untuk mengantarkan seluruh anggota menuju gerbang kemerdekaan secara finansial dan ekonomi.
Dikatakannya, perjuangan menuju kemandirian ekonomi bukanlah hal mudah, namun selalu ada jalan bagi setiap orang yang berkehendak baik.
Proses itu, menurutnya, harus dilalui dengan pelayanan dan pendampingan yang paripurna agar anggota menjadi semakin kuat dan berhasil keluar dari jeratan kemiskinan.
“Membuat anggota menjadi kuat dan mandiri secara ekonomi adalah tanggung jawap manajemen,” ujar Pater Paskalis.
Ia juga mengingatkan manajemen agar dalam kunjungan ke rumah anggota tidak hanya fokus pada penagihan pinjaman.
Kunjungan seharusnya menjadi momen untuk memberikan motivasi serta mendengarkan permasalahan yang dialami anggota dan membantu mencari solusi.
Menurut Pater Paskalis, efektivitas kunjungan akan meningkat jika manajemen lebih banyak mendengarkan keluhan anggota, bukan sekadar datang menagih lalu pergi begitu saja.
“Hendaknya kita datang dan lebih banyak mendengarkan kemudian mencatat dalam hati kemudian dibawa dalam doa. Karena hanya melalui doa yang terus menerus suatu waktu orang itu akan berubah sebab doa kita dikabulkan,” ujar Pater Paskalis.
Ia menambahkan, setiap insan Kopdit Pintu Air harus menyadari bahwa bekerja bukan untuk menyenangkan orang tertentu atau mencari pujian, melainkan untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik serta menjadi cahaya bagi nurani dan orang lain. Dengan begitu, setiap pribadi menjadi layak untuk diteladani.
Pater Paskalis menyinggung tantangan besar akibat kemajuan teknologi yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk maraknya judi online yang dapat merusak moral dan ekonomi masyarakat.
Dikatakannya, banyak orang awalnya hanya mencoba-coba berjudi secara online, namun lama kelamaan menjadi kecanduan hingga rela berutang untuk berjudi.
“Tidak ada orang yang menjadi kaya dari berjudi,” tegasnya.
“Tidak ada rejeki yang diperoleh tanpa melalui kerja keras,” tutur Pater Paskalis.