Maumere, Ekorantt.com – Keluarga besar Kopdit Pintu Air merayakan Natal dan Tahun Baru Bersama di Kantor Pusat Kopdit Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Misa perayaan dipimpin oleh pastor pembina rohani Kantor Pusat Kopdit Pintu Air, Pater Paskalis Patut dan Pastor Moses Kuremas.
Pater Paskalis dalam kotbahnya mengajak pengurus dan tim manajemen agar menjadikan kantor sebagai tempat bagi anggota untuk menimba berkat kebahagiaan keluarga.
Menurutnya, karyawan mulai dari kantor pusat hingga kantor cabang dan cabang pembantu harus memahami bahwa kantor bukan sekadar melayani administrasi, tetapi harus menjamah persoalan ekonomi anggota.
Manajemen, kata Pater Paskalis, mesti mampu meyakinkan anggota bahwa koperasi merupakan tempat terbaik untuk menginvestasikan keuangan.
“Kebaikan yang ada di koperasi adalah karena ada kontrol persaudaraan dan kekeluargaan oleh mereka yang disebut sebagai anggota,” katanya.

Pater Paskalis mengingatkan agar tidak memulai pekerjaan dengan menabur kebencian melalui cara mengoreksi kelemahan orang lain. Jika begitu, maka akan memunculkan aura negatif yang melemah atau menurunkan semangat kerja tim.
Pater Paskalis juga menegaskan, dalam konteks organisasi Kopdit Pintu Air, maka integritas pribadi sangatlah penting. Integritas hanya dapat dibangun hanya melalui dasar iman dan kekuatan rahmat.
“Jika bukti batin kita benar, maka kesaksian kita pun nyata. Integritas adalah fondasi agar kita tidak ngawur ketika hendak melayani anggota. Kita harus yakin dulu, baru bicara.”
“Hidup dalam kepastian itu dibuktikan dengan menjaga marwah kepercayaan dan persaudaraan,” ujar Pater Paskalis.
Ia menyoroti model pelayanan Yesus yang tidak menjaga jarak, bahkan terhadap mereka yang terpinggirkan seperti penderita kusta.
Ia mengajak pengelola Kopdit Pintu Air untuk berani turun ke lapangan dan menyentuh kenyataan hidup anggota yang paling pahit sekalipun.
Menurut Pater Paskalis, tantangan terbesar lembaga saat ini adalah menghadapi dua krisis utama.
Pertama, krisis integritas. Karyawan Kopdit Pintu Air, menurut dia, mesti belajar untuk memberikan pelayanan ekstra.
“Kalau biasanya kita berjalan satu kilometer, maka pada tahun 2026 ini kita berjalan dua kilometer,” ujarnya, mencontohkan.
Pater Paskalis berkata, dengan memberikan pelayanan ekstra kepada anggota yang paling sulit atau paling membutuhkan pada bulan ini, serta menuntaskan seluruh pelayanan sejak awal bulan di awal tahun 2026, maka seseorang dapat melangkah dengan lebih baik pada bulan-bulan berikutnya.
“Mestinya dengan spirit Kopdit Pintu Air ‘Kau Susah Aku Bantu dan Aku Susah Kau Bantu’ dapat dijangkau dengan 3 S (senyum, sapa, dan salam),” tandas dia.
Kedua, krisis kejujuran. Menurutnya, semangat api 95 perlu dihidupkan agar hati dan nurani mampu memberikan kesaksian kerja dalam mengatasi krisis kedisiplinan dan kejujuran.
”Kita sudah kerja di sini, jangan kita buat persoalan. Itu tidak baik, bahkan tidak boleh. Ketidakdisiplinan adalah penghinaan bagi orang lain,” tutup Pater Paskalis.
