Jakarta, Ekorantt.com – Ketua Kopdit Pintu Air (CUPA) KCP Kampung Sawah, Emanuel Migo membagikan data pertumbuhan anggota dalam empat tahun terakhir, sejak 2022-2026.
Ia berkata, sejauh ini anggota anggota Pintu Air KCP Kampung Sawah sudah lebih dari 2.000 anggota.
“Berkembang dari sekadar titik kumpul di garasi rumah menjadi kantor cabang pembantu,” ungkap Migo dalam Sharing Session (I) bertajuk “Peran Credit Union (CU) dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama” yang berlangsung di GuYoNan Cafe, Kebayoran Lama pada Jumat, 23 Januari 2026 malam.
Secara nasional, menurutnya, CUPA kini mengelola aset lebih dari Rp2,6 triliun dan melayani lebih dari 422.000 anggota.
“Keberhasilan CU diukur dari dampaknya bagi orang banyak (people based approach), mulai dari dana solidaritas kesehatan dan dukacita, beasiswa pendidikan, hingga inkubasi bisnis seperti toserba dan transportasi,” tegasnya.
Migo juga membagikan pengalaman inspiratifnya dalam mengelola lembaga keuangan berbasis solidaritas.
Pada kesempatan itu, ia mengawali paparannya dengan membedah akar ideologi CU yang berlandaskan pemikiran tokoh dunia seperti Robert Owen dan F.W. Raiffeisen, hingga prinsip Rerum Novarum dari Paus Leo XIII mengenai martabat pekerja dan opsi prioritas bagi kaum miskin.
Dalam perspektif Ajaran Sosial Gereja (ASG), Migo menekankan bahwa CU adalah jembatan menuju ekonomi yang lebih manusiawi dibanding kapitalisme yang bertumpu pada profit atau sosialisme yang bertumpu pada kontrol negara.
Bagi Migo, CU bukan sekadar tempat simpan-pinjam, tetapi juga sebagai alat perjuangan.
“Di Kopdit Pintu Air, kami membuktikan bahwa dengan asas gotong royong, kita bisa membangun aset triliunan rupiah secara nasional tanpa kehilangan jati diri sebagai lembaga sosial,” kata lulusan Magister Hubungan Internasional itu.
