Maumere, Ekorantt.com – Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air terus memberikan pendidikan mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Dalam salah satu materinya, koperasi tersebut menyoroti kondisi keuangan yang menipis menjelang akhir bulan yang masih menjadi pengalaman umum bagi banyak pekerja di Indonesia.
Istilah “gaji numpang lewat” kerap digunakan warganet untuk menggambarkan situasi ketika pendapatan bulanan habis sebelum seluruh kebutuhan terpenuhi.
Tidak jarang, uang di dompet hanya tersisa selembar pecahan kecil atau bahkan recehan.
Keluhan tersebut ramai dibagikan di media sosial. Sejumlah pengguna internet mengaku menghadapi tekanan finansial yang berulang setiap bulan.
Dalam kondisi tersebut, pinjaman online sering kali menjadi pilihan instan karena proses pencairan dana yang dinilai cepat dan mudah.
Namun, kemudahan akses pinjaman online dinilai membawa konsekuensi jangka panjang. Sejumlah warganet menilai penggunaan pinjaman berbasis digital justru memperumit kondisi keuangan.
Bunga pinjaman yang terus berjalan, kewajiban cicilan bulanan, serta tekanan psikologis disebut menjadi dampak yang kerap dirasakan.
Di tengah situasi tersebut, koperasi simpan pinjam disebut sebagai salah satu alternatif dalam pengelolaan keuangan.
Kopdit Pintu Air, misalnya, menawarkan skema keanggotaan dengan simpanan awal Rp100 ribu yang diklaim dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal investasi.
Menurut pengelola koperasi, dana anggota tidak hanya disimpan, tetapi juga disalurkan ke sektor riil.
Anggota koperasi berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Skema tersebut disebut memungkinkan simpanan anggota berperan aktif dalam kegiatan ekonomi.
“Uang Rp100 ribu hari ini bisa menjadi langkah awal untuk bergabung sebagai anggota koperasi,” ujar narator dalam video Facebook KSP Kopdit Pintu Air.
Fenomena tekanan keuangan bulanan serta beragam pilihan solusi finansial ini mencerminkan tantangan pengelolaan keuangan yang masih dihadapi sebagian masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan kemudahan akses pinjaman berbasis digital.
Kopdut Pintu Air sendiri merupakan salah satu koperasi terbesar di Indonesia.
Hingga kini koperasi yang berbasis di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu memiliki aset sebesar Rp2,58 triliun.
Koperasi ini juga tercatat sudah memiliki anggota 483.321 orang yang tersebar di 78 Kantor Cabang dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).
Kopdit Pintu Air mengklaim hadir dengan jaringan luas dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
“Kalau udah ada ratusan ribu orang yang percaya dan join, kamu kapan?” tulis Kopdit Pintu Air lewat akun Facebook mereka.
