Kupang, Ekorantt.com – Koperasi kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Kupang telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai 13.507 orang per September 2025.
Cabang Kupang sendiri lahir dari proses yang kian panjang melewati beragam dinamika lapangan.
Ketua Kopdit Pintu Air Cabang Kupang, Aloysius Kamil mengisahkan, hadirnya Kopdit Pintu Air di Kupang khususnya dan daratan Timor umumnya berkat perjuangan Vinsensius Deo pada tahun 2010/2011.
Vinsensius Deo saat itu menjabat sebagai Ketua Kopdit Pintu Air Cabang Ende. Ia juga bekerja sebagai dosen di Universitas Flores Ende.
Menurut Aloysius, saat itu Vinsen datang ke Kupang untuk tugas belajar kuliah mengambil magister atau S2.
“Selain kuliah, beliau membuka Kopdit Pintu Air di daratan Timor, yaitu di Kupang. Itu dimulai dari tahun 2010/2011,” kisah Aloysius dikutip dari YouTube UMK Auvi.
Selama di Kupang, selain aktif di kampus, Vinsen juga kerap terlibat dalam kegiatan untuk mendirikan Kopdit Pintu Air.
Awalnya, ia melakukan sosialisasi di kelompok arisan Maumere yang ada di Kupang.
Vinsen juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan Penfui Kota Kupang, tempat dirinya tinggal.
“Karena beliau (Vinsen) tinggal di dekat rumah saya di Penfui, maka beliau mengajak saya untuk bersama-sama turun sosialisasi di masyarakat,” kata Aloysius.
Dalam perjalanan waktu, lanjut Aloysius, pada tahun 2011 Kopdit Pintu Air mendapatkan anggota sejumlah 450 orang.
Selanjutnya Vinsen memperlebar wilayah sosialisasinya dalam rangka menambah anggota. Ia kemudian menggelar sosialisasi di Atambua Kabupaten Belu dan Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Begitu anggota dapat, maka beliau serahkan ke saya. Saya diminta untuk menangani kelompok Penfui tahun 2012. Saat itu saya akhirnya menangani anggota 450 orang,” kisah Aloysius.
“Dari awalnya hanya dua tiga orang, lalu terkumpul akhirnya menjadi 450 orang sampai Maret (2012).”
Melihat jumlah anggota yang kian bertambah, Aloysius lantas merasa beban. Sebab, selain mengurus Kopdit Pintu Air, ia juga bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor BKKBN Kota Kupang.
“Karena saya melihat anggotanya sudah banyak dan tempat pelayanannya juga di rumah saya di Jalan Sanjua Dua Penfui, maka saya mengundang pimpinan pusat,” katanya.
Pimpinan pusat Kopdit Pintu Air yang ada di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT kemudian datang ke Kupang.
Di hadapan pengurus pusat, Aloysius melaporkan bahwa anggota yang ditanganinya sudah berjumlah 450 orang. Ia pun menemukan kesulitan dalam mengelola Kopdit Pintu Air karena merangkap tugas sebagai PNS.
Apalagi saat itu Aloysius belum punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup “bagaimana mengelola koperasi.”.
Ia hanya bermodalkan keberanian ketika diberi kepercayaan melayani anggota Kopdit Pintu Air.
Kala itu, Aloysius juga mengusulkan agar tempat pelayanan Kopdit Pintu Air dipindahkan dari rumahnya, bahkan bisa di luar lingkungan Penfui.
“Tapi pimpinan bilang pa Alo anggota yang 450 orang itu yang tahu hanya pa Alo. Kalau pa Alo minta carikan kontrakan kami siap,” demikian respons Ketua Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano saat itu.
Selanjutnya tempat pelayanan dipindahkan ke Oebobo, Kota Kupang pada pada April 2013. Setelah ada kontrakan, Aloysius meminta agar menempatkan seorang manajer dari kantor pusat.
Merujuk pada permintaannya, kantor pusat kemudian mengirim seorang manajer bernama Margaretha Dua Mite.
“Dalam tenggat tujuh bulan April sampai Oktober 2013, kami menghimpun anggota sebanyak 2.230 orang,” ujar Aloysius.
“Anggota ini tidak hanya di Kota Kupang tetapi di Oesao, Soe, Sabu dan Rote.”
Menurut Aloysius, pihaknya memperkenalkan Kopdit Pintu Air sehingga bisa dikenal oleh orang di luar Kota Kupang berkat pendekatan dengan sistem jemput bola.
“Melalui titik kumpul, kami melakukan pendekatan kepada anggota untuk membantu merekrut masyarakat yang belum bergabung,” katanya.
Di Soe yang jauh dari Kupang, misalnya, Aloysius meminta untuk berkumpul di titik agar bisa mendapatkan pelayanan. Mereka tidak harus datang ke Kota Kupang.
Dalam kerja mendapatkan anggota, Aloysius kerap memberitahukan ke petugas untuk bekerja secara sukarela.
“Kita tidak bisa menuntut upah dulu, kita kerja dulu. Ibarat kita sama dengan petani. Petani kalau mau petik hasil dia olah dulu tanah, tanam, dan rawat,” katanya.
Selanjutnya ketika jumlah anggota mendekati 2.230 orang, pihak Aloysius pun mulai mempersiapkan peresmian cabang.
Kantor pusat juga mengirimkan lagi personel yang saat itu manajer di Kupang dijabat oleh Teofilus Efi.
“Saya bersyukur karena begitu ditempatkan personel manajemen, maka saya juga membentuk komite di tingkat cabang,” pungkas Aloysius.
Usai persiapan matang, Kopdit Pintu Air Cabang Kupang akhirnya diresmikan pada 26 Oktober 2013.
